EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Bagian dari keberanian adalah konsistensi sederhana. Kiranya begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan apa yang telah dilakukan oleh Andry. Salah seorang pegiat sampah di Kampong Madong, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang.

Bermula dari keprihatinannya terhadap kondisi tempat pembuangan sampah (TPA) yang semakin menggunung. Andry memutuskan mengelola sampah rumah tangga dengan mendirikan bank sampah bernama Semoga Berkah di daerah tempat tinggalnya.

Sama halnya dengan bank pada umumnya, bank sampah yang dikelola Andry, juga memiliki nasabah tetap yang menyetorkan sampah hasil dari aktivitas manusia sehari-hari.

“Sampah yang disetor nasabah akan ditimbang, lalu dibayar dengan harga yang telah ditetapkan dan disepakati bersama,” kata Andry di kediamannya, Rabu (8/3/2023).

Andry menjelaskan bahwa bank sampah memiliki konsep pengumpulan sampah kering yang dipilah-pilah sesuai peruntukannya, entah itu didaur ulang menjadi barang-barang berharga seperti pupuk organik atau anorganik.

Bank sampah juga memiliki manajemen layaknya ketika kita menabung di bank. Hanya saja di sini yang ditabung bukan uang, melainkan sampah.

Selain itu, nasabah di bank sampah juga mendapatkan buku rekening tabungan sebagai catatan pemasukan tabungan sampah yang dapat diakumulasikan dan dicairkan setiap bulannya menjadi pundi-pundi rupiah.

Artinya, ada sebagian nasabah yang memang tidak langsung mengambil uang setelah menyetorkan sampah. Beberapa di antara mereka justru menunda hingga nominal uang yang terkumpul di buku tabungan sampah makin besar.

Menurut Andry hasil uang yang diperoleh nasabah bank sampah cukup lumayan, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian, seperti membayar listrik hingga jajan sekolah anak.

“Jika uang di buku tabungan bank sampah sudah banyak, para nasabah mulai mengambil uang mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ungkapnya.

Saat ini bank sampah yang berdiri sejak 5 tahun lalu itu mampu mengumpulkan 5 ton sampah tiap bulannya, dan sudah memiliki sekitar 300 nasabah.

Oleh karena itu, ia mengajak warga memilih menyetor sampah ke bank sampah, daripada membuangnya ke tempat penampungan sampah.

Kegiatan semacam ini tentu tak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah di lingkungan sekitar, tapi juga dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan menyulap sampah menjadi uang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang Riono mengemukakan bisnis pengelolaan sampah sesuai moto DLH Tanjungpinang yakni “from nothing to something”, dari sesuatu yang tidak berharga menjadi sesuatu yang memiliki nilai.

Bisnis pengumpulan sampah ini potensial berkembang karena dalam sehari Tanjungpinang produksi sampah sekitar 95 ton, yang sebagian besar merupakan sampah kering.

DLH Tanjungpinang mendorong seluruh RW di ibu kota Kepri itu mendirikan bank sampah. Bisnis pengumpulan sampah kering dinilai relatif mudah digeluti masyarakat.

Bisnis itu pula secara langsung memberi tambahan pendapatan kepada warga, terutama kepada ibu rumah tangga. Mereka hanya cukup mengumpulkan sampah kering, kemudian menjualnya ke bank sampah.

“Biasanya sampah dianggap tidak bernilai, kemudian dibuang, sekarang sampah dikumpulkan kemudian dijual. Jika ditekuni, tentu hasilnya juga lumayan, paling tidak dapat membayar tagihan listrik dan air di rumah,” ucapnya.

Riono menuturkan sampah yang dikumpulkan di bank sampah, dijual kepada bank sampah induk setelah dibersihkan. Di Tanjungpinang, kata dia terdapat dua bank sampah induk.

“Bank sampah induk rutin mengambil sampah-sampah yang dikumpulkan bank sampah setiap pekan,” katanya.

Ia berharap bisnis pengumpulan sampah tersebut dapat mengurangi produktivitas sampah di Tanjungpinang yang selama ini dibuang ke tempat pembuangan akhir di kawasan Ganet.

“Kami juga mengupayakan agar bisnis sampah tidak hanya sekadar pengumpulan sampah, melainkan pengelolaan sampah plastik menjadi BBM dan vaping blok,” ucapnya. (Lusiana Retnosari)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *