Vnews.click, Tanjungpinang – Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, menekankan investasi besar di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan data center di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), harus berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurutnya berdasarkan informasi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam bahwa sekitar sembilan perusahaan AI besar akan berinvestasi di Batam, yang didominasi perusahaan dari China.
Bahkan ada salah satu perusahaan DayOne siap berinvestasi di Batam, dengan nilai investasi AI hampir Rp250 triliun.
“Namun, investasi AI ini minim penyerapan tenaga kerja, karena bersifat menggunakan teknologi tinggi (high tech),” kata Rahmad dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama mitra BUMN dan Pemerintah Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Jumat (9/10/2026).
Karena itu, Rahmat mengaku khawatir investasi besar AI di Batam hanya membutuhkan pekerja pada tahap-tahap awal persiapan, lalu setelah tiga atau empat tahun perusahaan beroperasi dan menjual data AI ke berbagai negara di dunia, warga lokal justru cuma menjadi penonton dan berpotensi mengalami kendala pasokan ir hingga listrik yang sebagian besar diperuntukkan mendukung investasi besar tersebut.
Makanya, Rahmat meminta pemerintah daerah maupun pusat membangun daya tawar yang kuat dengan para investor asing supaya tetap memberdayakan pekerja tanah air di perusahaan AI yang beroperasi di Kepri, khususnya Batam.
“Potensi emas ini harus dikelola dengan baik. Jangan sampai Batam cuma jadi gudang data AI, sementara anak-anak mudanya tidak diberdayakan di perusahaan tersebut,” ujar dia.
Selain itu, Rahmat turut mendorong peran investor terhadap pembangunan infrastruktur di Kepri, sehingga pemerintah daerah tidak terlalu bergantung dengan pembiayaan APBD maupun APBN.
Ia berharap setiap investor yang masuk ikut membangun infrastruktur daerah, termasuk energi hingga air bersih. Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur kota di negara tetangga Singapura berkembang pesat, karena turut melibatkan investor.
“Harapan kita, investor yang masuk tidak hanya mengambil keuntungan, tapi juga memberikan keuntungan bagi Kepri,” pungkas Rahmat. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

