HUKUM KEPOLISIAN KEPRI KRIMINAL SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Polresta Tanjungpinang meningkatkan fokus pengamanan di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur selama Natal dan Tahun Baru (Nataru), karena terdapat banyak gereja dan rawan kejahatan konvensional.

“Ada empat Kecamatan se-Tanjungpinang, seluruhnya dapat pengamanan maksimal selama Nataru, namun wilayah Timur yang paling jadi fokus utama kami,” kata Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, Jumat (26/12/2025).

Kombes Hamam menyebut Kecamatan Tanjungpinang Timur merupakan kawasan terpadat penduduk di Kota Tanjungpinang, sehingga aktivitas jemaah gereja saat perayaan Nataru di wilayah itu menjadi yang paling terbanyak dibanding tiga kecamatan lainnya.

Selain itu, kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan kejahatan konvensional paling banyak, terutama di kawasan Ganet dan Bintan Center.

“Beberapa kasus yang sering terjadi, misalnya pencurian kendaraan motor, pencurian biasa hingga penganiayaan,” ungkap Kombes Hamam.

Oleh karena itu, lanjut Hamam, pihaknya memperkuat jumlah personel patroli terbuka maupun tertutup guna menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Nataru, terutama di Tanjungpinang Timur.

Ia memaparkan sejauh ini perayaan Natal di wilayah Tanjungpinang secara umum berlangsung aman dan kondusif. Polri bersama semua pemangku kepentingan terkait turun langsung meninjau aktivitas ibadah Natal di gereja sejak Rabu malam.

Hamam menyebut pihaknya juga menyiapkan pengamanan khusus di 39 gereja se-Tanjungpinang yang melaksanakan ibadah Nataru, dengan menempatkan personel gabungan 10 sampai 12 orang di tiap-tiap gereja.

“Kami turut melibatkan tim penjinak bom Polda Kepri guna melakukan sterilisasi gereja dari ancaman teror bom selama Nataru,” ungkapnya.

Kombes Hamam menambahkan sebanyak 291 personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, dan unsur pendukung dikerahkan selama “Operasi Lilin Seligi 2025” yang berlangsung 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Pengamanan difokuskan di gereja, tempat wisata, pelabuhan, dan bandara karena menjadi titik aktivitas masyarakat, termasuk antisipasi balap liar yang kerap terjadi saat libur sekolah.

“Seluruhnya mendapat pengamanan yang sama tanpa perbedaan, sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama Nataru,” pungkasnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *