BINTAN EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL UPDATE Videos

Bintan (Vnews.click) – Kementerian Pertanian RI menemukan ratusan merek beras yang beredar di pasaran diduga merupakan produk oplosan.

Beras tersebut masuk kategori premium maupun medium, yang dijual tidak sesuai volume dan standar mutu, serta di atas harga eceran tertinggi (HET).

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kepri, Rian Hidayat, meminta pemerintah bersama pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah konkret dalam menanggapi temuan dugaan beras oplosan tersebut.

“Mengenai permasalahan ini tentunya kita perlu kejelasan, misalnya tentang merek beras yang dimaksud, karena masalah ini sangat berdampak langsung ke masyarakat sebagai konsumen,” ujar, Rian Hidayat, Rabu (2/7/2025).

Dengan adanya temuan dugaan beras oplosan ini, kata Rian, bisa menimbulkan kerugian konsumen yang mencapai triliunan rupiah.

“Dengan taksiran kerugian yang mencapai triliunan, tentu perlu dilakukan tindakan tegas sesuai Undang-Undang perlindungan konsumen, beras oplosan itu harus ditarik produknya bahkan dicabut izin perusahaannya,” tegasnya.

Rian turut mengimbau konsumen untuk dapat lebih berhati-hati dalam membeli produk beras dan memastikan kesesuaian antara label dan isi produk yang dijual.

Pemerintah daerah terkait, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan harus memantau perusahaan produsen dan distributor beras di daerah untuk mencegah adanya produk beras oplosan. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *