KEPRI

Tanjungpinang (Vnews.click) – Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) PT Pelabuhan Kepri berencana ingin menjadikan Pelabuhan Segara, Tanjung Uban menjadi pelabuhan ekspor impor dan inter connecting Free Trade Zone (FTZ).

Direktur PT Pelabuhan Kepri Capt. Awaluddin mengatakan, perlu diketahui bahwa memang pihaknya berkeinginan menjadikan Pelabuhan Segara sebagai pelabuhan ekspor impor dan legal inter connecting FTZ.

“Kita berharap dukungan pemerintah. Pemerintah ini mendukung tetapi prosesnya ini berjalan dipusat, sehingga kita tidak dapat mendesak pemerintah, sehingga berjalan agak lama,” kata Awaluddin saat coffee morning dengan awak media di Tanjungpinang, Jumat (1/9/2023).

Awaluddin menyampaikan beberapa kali investor datang ke PT Pelabuhan Kepri untuk melakukan kerjasama, tetapi karena Pelabuhan Segara tidak bisa ekspor impor.

Ia menambahkan beberapa waktu lalu pihaknya juga mengikuti pameran maritim disalah satu investor, dan menawarkan kerjasama tetapi mereka meminta dilegalkan dahulu.

“Kondisi pelabuhan ini tergantung dari sisi geografis, dan dari sisi lahan yang ada,” jelasnya.

Menurutnya untuk di Kepri pelabuhan ekspor, impor dan legal inter connecting FTZ hanya ada di Batam.

“Kenapa hanya adanya di Batam, kenapa tidak ada di Karimun dan bintan, di Batam itu sangat sulit sekali sehingga larinya kemana pelabuhan tikus,” paparnya.

Sehingga mengakibatkan biaya operasional sangat besar.

Selanjutnya masalah Labuh Jangkar, retribusi itu tergantung kepada pemerintah daerah dan pusat.

Ia menambahkan pada bulan Agustus 2023 PNBP dari Labuh Jangkar sebesar Rp 14 miliar. Pokok permasalahan labuh jangkar adalah di kepercayaan, kepercayaan investor bahwa kapalnya di kepri ini aman atau tidak

Serta sistem zonasi tak jelas investor butuh kecepatan waktu.

“Tetapi secara bisnisnya izin kan kami berbisnis di labuh jangkar yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *