Vnews.click, Tanjungpinang – Sebanyak 50 orang pendakwah atau dai kembali ditempatkan di pulau-pulau terluar se-Kepri untuk memperkuat ajaran agama Islam.
Program yang digagas Pemerintah Provinsi Kepri ini sudah berjalan sejak tahun 2022.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kepri, Sudiono, mengatakan tiap-tiap dai tersebut menerima insentif sebesar Rp4,3 juta per bulan.
“Total anggaran Rp2,160 miliar telah dialokasikan untuk insentif 50 dai tahun 2026,” kata Sudiono, Kamis (30/4/2026).
Ia menyampaikan pemprov memberdayakan pendakwah yang berasal dari wilayah setempat, jumlahnya bervariasi mulai lima sampai sembilan orang. Dia mencontohkan di Natuna, ada sembilan orang dai.
Para dai tersebut ditugaskan melakukan pembinaan keagamaan Islam, seperti mengajar mengaji, berdoa, shalat, hingga berzanzi.
Pendakwah juga ditugaskan untuk menjaga akidah masyarakat di pulau terluar yang di antaranya diakibatkan minimnya pengetahuan agama serta permasalahan ekonomi yang tidak jarang mengakibatkan warga depresi dan putus asa.
Program ini diharapkan mampu mendorong iman masyarakat di kawasan terpencil agar tidak goyah dalam segala situasi, terutama di tengah situasi sulit.
“Kehadiran dai di tengah-tengah masyarakat dalam mensyiarkan dakwah, menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ucapnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

