General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan rata-rata pergerakan pesawat saat ini berada di kisaran 7 penerbangan per hari.

Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 9 hingga 10 pergerakan pesawat per hari.

“Kalau kita bandingkan dengan periode yang sama Januari – Agustus 2025, untuk pesawat mengalami penurunan kurang lebih 7 persen,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, penurunan pergerakan pesawat tersebut terjadi setelah salah satu maskapai, yakni Garuda Indonesia, menghentikan operasionalnya di Tanjungpinang sejak 9 Februari 2026. Namun, aktivitas penerbangan masih terbantu dengan adanya penerbangan kargo.

Selain pergerakan pesawat, jumlah penumpang juga mengalami penurunan sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Rata-rata jumlah penumpang yang sebelumnya mencapai sekitar 600 orang per hari, kini berada di kisaran 560 penumpang per hari.

“Untuk penumpang dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan sekitar 12 persen, sedangkan untuk kargo mengalami kenaikan 1 sampai 2 persen,” ucapnya.

Setiadi menambahkan saat ini penerbangan komersial di Bandara RHF dilayani oleh Citilink dan Batik Air.

Ia menyebut tidak terdapat kendala operasional yang berarti, bahkan terdapat penyesuaian jadwal penerbangan sehingga waktu kedatangan pesawat menjadi lebih awal.

“Bahkan sekarang mulai Agustus, yang semula landing jam setengah empat sore, sekarang maju menjadi jam 12.30 WIB,” pungkasnya. (Lus)