TANJUNGPINANG (VNEWS.CLICK) – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyoroti jumlah staf khusus Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad yang sebanyak 18 orang terlalu gemuk.
“Untuk Provinsi Kepri. Saya kritisi buat apa Pak Gubernur mengangkat staf khusus sebanyak itu,” kata Boyamin, Senin (31/5).
Boyamin menyarankan sebaiknya jumlah staf khusus itu terdiri dari dua orang, kemudian ditambah tenaga ahli dua orang.
Menurutnya sudah ada Sekda, Kepala OPD, Kepala Biro, hingga Pejabat Eselon III dan IV yang sehari-hari sudah membantu tugas gubernur. Sementara tugas staf khusus, katanya, hanya bersifat melakukan kajian atau pengawasan.
“Misalnya, Pak Gubernur cukup menunjuk staf khusus di bidang perekonomian dan pemerintahan,” ujarnya.
Boyamin juga menilai penunjukan 18 staf khusus tersebut sarat muatan politis.
Orang-orang yang diberikan jabatan itu rata-rata berperan besar mengantarkan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina dalam memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri pada Pilkada serentak 2020.
“Istilahnya tim sukses Ansar-Marlin. Penunjukan mereka semacam politik balas budi saja,” ungkap Boyamin.
Untuk diketahui di bawah kepemimpinan Ansar-Marlin telah ditunjuk 18 orang staf khusus. 12 orang di antaranya dari lingkungan Provinsi Kepri, sedang dua orang lainnya berdomisili di Jakarta.
Mereka memiliki latar belakang profesi yang berbeda, mulai dari politisi, mantan pejabat, dosen, serta penggiat media sosial. (Ego)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

