BINTAN PARIWISATA

Bintan (vnews.click) – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Buralimar menyampaikan kawasan wisata Lagoi di Kabupaten Bintan sangat percaya diri menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pada bulan Oktober 2021.

“Mudah-mudahan Oktober sudah mulai dibuka secara bertahap. Tak muluk-muluk, 100 wisman saja per minggu cukup,” kata Buralimar di Tanjungpinang, Selasa (14/9/2021)

Dia menyampaikan ada beberapa indikator kenapa Lagoi sudah siap menerima kunjungan wisman, jika dibanding kawasan wisata lainnya di daerah setempat, misalnya Batam.

Pertama kawasan pariwisata bertaraf internasional itu sudah mendapatkan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

Kemudian, SOP penanganan COVID-19 di Lagoi diklaim sudah sangat lengkap, karena memiliki alat tes usap PCR, tes usap antigen.

Bahkan, karyawan di sana telah menggunakan alat penelusuran COVID-19 secara digital kreasi anak bangsa, blue pas.

Kemudian, pengunjung yang datang ke Lagoi diwajibkan scan QR Code sehingga apabila ada yang terpapar COVID-19, maka mudah dalam melakukan pelacakan kontak.

Selain itu, hampir 100 persen pekerja wisata di Lagoi sudah mendapat suntik vaksin COVID-19 termasuk di sekitarnya. Ditambah kasus penyebaran COVID-19 di daerah itu semakin melandai.

“Di sisi lain, capaian vaksinasi masyarakat Provinsi Kepri sudah 76 persen. Bisa dikatakan kekebalan komunal sudah terbentuk,” ujar Buralimar.

Namun, dia mengakui yang menjadi persoalan saat ini ialah negara tetangga Singapura belum mengizinkan warganya berlibur ke Indonesia khususnya Kepri dan sebaliknya.

Seperti diketahui selama ini warga Singapura jadi penyumbang kunjungan wisman terbesar di Kepri. Sebaliknya, warga Kepri juga banyak pergi liburan ke negara Negari Singa itu jauh sebelum pandemi melanda.

“Kita tengah menyiapkan draft MoU dengan Pemerintah Singapura terkait akses kunjungan wisman. Nanti tinggal disepakati saja Singapura maunya seperti apa, begitu pula Kepri,” ujar Buralimar.

Menurutnya pembukaan pintu kunjungan wisman akan berdampak pada pemulihan 

ekonomi Kepri di tengah badai COVID-19. Apalagi salah satu penyumbang PAD Kepri, khususnya Kabupaten Bintan selama ini berasal dari sektor pariwisata.

Ini dibuktikan pula dengan prestasi Kepri sebagai daerah tiga besar penyumbang wisman terbanyak di Indonesia selain Bali dan Jakarta pada tahun 2019. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *