Bintan (Vnew.click) – Krisis BBM jenis pertalite atau pertamax dialami wilayah Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, sehingga membuat masyarakat sangat mengurangi aktivitas menggunakan kendaraan bermotor.
Camat Tambelan, Asmawi, mengaku telah melakukan upaya untuk memecahkan permasalahan-permasalahan krisis BBM di wilayah tugasnya tersebut, yang diketahui memiliki penduduk lebih dari lima ribu jiwa.
Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan melakukan audiensi bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Bintan dan Pertamina.
“Kelangkaan BBM di Tambelan dikarenakan sudah ada larangan masuk dari Kalimantan, makanya kami berharap adanya solusi jangka pendek terkait permasalahan ini, termasuk jangka menengah dari pemerintah dan Pertamina,” kata Camat Tambelan, Asmawi melalui WhatsApp, Rabu (10/9/2025).
Asmawi menjelaskan untuk jangka pendek akan dibahas di level pimpinan, mengingat distribusi BBM pertalite harus menggunakan alat angkut yang memenuhi standard agar tidak menimbulkan hal tidak diinginkan.
Sementara upaya jangka menengah, yaitu berupa pembentukan sub penyalur BBM di Tambelan, seperti yang disarankan oleh pihak Pertamina.
“Memang sudah ada rencana penanganan kelangkaan BBM di Tambelan, yakni dengan membentuk sub penyalur yang diperkirakan selesai akhir Oktober 2025,” ungkapnya.
Upaya penanganan jangan pendek untuk mengatasi kelangkaan BBM tersebut tentunya sangat dibutuhkan masyarakat Tambelan, karena warga di pulau terluar Kabupaten Bintan itu sangat bergantung dengan kebutuhan Pertalite untuk aktivitas sehari-hari menggunakan sepeda motor.(Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

