KEPRI KESEHATAN TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengingatkan jumlah kasus penyakit diabetes secara nasional meningkat tajam, mencapai 35 juta orang atau 13 persen dari total jumlah penduduk 280 juta orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mochammad Bisri, angka tersebut melewati prediksi Kementerian Kesehatan RI, yang sebelumnya menyebut jika penderita diabates di Indonesia bisa mencapai 30 juta orang pada tahun 2030.

“Sementara, sekarang saja sudah ada 35 juta penderita diabetes di Indonesia,” kata Bisri, Rabu (15/11/2023).

Bisri menyebut hampir semua provinsi di Indonesia mengalami tren kenaikan kasus diabates. Termasuk di wilayah Kepri yang jumlahnya diperkirakan mencapai 250 ribu orang penderita maupun berisiko diabetes, dari total jumlah penduduk sekitar 2,5 juta orang.

Ia menyampaikan bahwa penyakit diabetes dipicu beberapa faktor, antara lain faktor genetik atau keturunan, di mana ada gen yang diturunkan orangtua ke anak hingga menyebabkan si anak menderita diabetes.

Kemudian, faktor gaya hidup seseorang yang tidak sehat, seperti banyak mengonsumsi makanan olahan tinggi kalori dan lemak.

Selain itu, bisa juga karena kurang gerak atau aktivitas olahraga yang menyebabkan seseorang mengalami obesitas hingga berpotensi menderita diabetes.

“Dari sepuluh orang penderita diabetes, satu orang di antaranya dipicu faktor keturunan,” ungkap Bisri.

Bisri menyampaikan saat ini diabetes menjadi konsen pemerintah pusat hingga daerah, karena meskipun tidak masuk jenis penyakit menular, tapi angka penderitanya sangat tinggi.

Dinas Kesehatan Kepri sendiri, lanjut Bisri, telah upaya pencegahan diabetes dengan melakukan pelaporan skrining atau pemeriksaan data kesehatan warga melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) yang dikembangkan Kementerian Kesehatan.

Melakui aplikasi itu, semua warga Indonesia harus diskrining guna mengetahui secara awal potensi penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi hingga jantung.

“Khusus di Kepri, kita sudah melakukan skrining sebesar 56 persen data kesehatan warga,” pungkas Bisri. (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *