Tanjungpinang (Vnews.click) – Indeks Kebebasan Pers (IKP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempati posisi ke-12 dari 34 provinsi se-Indonesia berdasarkan rilis hasil survei Dewan Pers tahun 2022.
Capaian tersebut turun karena pada tahun 2021, IKP Kepri menempati posisi teratas atau pertama.
IKP tahun ini sendiri merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Pers yang sampelnya diambil sepanjang tahun lalu.
“Kita apresiasi penyampaian hasil survei IKP 2022 yang disampaikan Dewan Pers untuk 34 provinsi. Kepri tahun ini di urutan 12, padahal tahun sebelumnya ada di urutan pertama,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Pemprov Kepri Hasan di Tanjungpinang, Kamis (26/08/2022).
Hasan menyebut turunnya peringkat IKP Kepri tahun 2022 disebabkan beberapa faktor, apalagi ada penambahan indikator penilaian IKP tahun 2022.
Beberapa indikator dimaksud, di antaranya kemerdekaan pers yang dilihat dari persepsi gender.
Kemudian, terkait isu disabilitas yang mana sepanjang tahun lalu beberapa media dan juga pemerintahan di Kepri masih kurang menyosialisasikan tentang disabilitas.
“Terutama di Kepri ini, belum ada juru bahasa isyarat atau penerjemah untuk kaum disabilitas,” jelasnya.
Hal lain yang mempengaruhi nilai IKP Kepri pada tahun 2022, yakni soal kekerasan pers. Khususnya, kasus kekerasan pers yang menimpa seorang jurnalis sewaktu meliput kegiatan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kota Batam.
“Meskipun hanya satu kasus dan tidak sampai dilaporkan ke polisi, namun kejadian itu pemberitaannya sudah sampai ke media nasional,” tuturnya.
Selain itu, belum maksimalnya peran pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan peningkatan jurnalistik kepada awak media turut mempengaruhi nilai IKP Kepri 2022.
Seharusnya pemda ikut berpartisipasi membantu meningkatkan kualitas jurnalis. Seperti mengadakan pelatihan-pelatihan jurnalistik hingga kursus bahasa asing untuk meningkatkan kapasitas wartawan.
“Untuk Pemprov Kepri, kita akan memulainya pada tahun ini,” ucap Hasan.
Faktor lainnya, yakni soal sarana dan prasarana telekomunikasi di Kepri yang memang belum sepenuhnya maksimal, terutama di daerah-daerah perbatasan di Kepri.
“Namun, pada prinsipnya kita menerima hasil IKP tahun ini sekaligus menjadi bahan evaluasi ke depan,” sebutnya.
Hasan turut mengapresiasi peran semua pihak terutama kepada awak media, karena telah berkontribusi dan konsisten menciptakan iklim yang kondusif untuk kemerdekaan pers di Kepri.
“Kita mengapresiasi semua pihak. Hasil IKP ini menjadi catatan bagi Kepri untuk berubah menjadi lebih baik lagi ke depan,” demikian Hasan. (Lus).

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

