KEPRI PENDIDIKAN TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengajak warga mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, sehingga daya tampung sekolah negeri cukup menampung calon peserta didik baru tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2023/2024.

“Besar harapan kami, orangtua dengan ekonomi menengah ke atas mau memasukkan anak-anak mereka ke sekolah swasta,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung di Tanjungpinang, Kamis (8/6/2023).

Hal ini, menurut Agung, bertujuan untuk mengatasi persoalan daya tampung SMA/SMK Negeri yang terbatas, khususnya di Kota Batam dengan jumlah penduduk terpadat dibanding kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri, tidak bisa menampung seluruh lulusan SMP tahun 2023 yang mencapai sekitar 20 ribu orang siswa.

Menurutnya pada PPDB tahun ini ada sekitar 6.000 siswa lulusan SMP di Batam yang tidak bisa ditampung di SMA/SMK negeri akibat keterbatasan daya tampung, makanya diimbau masuk ke SMK swasta.

“Kalau 6.000 siswa itu masuk sekolah swasta, otomatis daya tampung sekolah negeri di Batam pasti cukup. Apalagi daya tampung SMK swasta se-Provinsi Kepri tahun ini ada sekitar 7.107 orang,” ujarnya.

Agung menegaskan bahwa kualitas pendidikan SMK swasta tidak kalah dengan SMA/SMK negeri, sebab pihaknya terus berupaya melakukan pemerataan kualitas di satuan pendidikan negeri maupun swasta.

Dia pun meminta orangtua mengubah pola pikir tidak berlomba-lomba menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah favorit, sehingga memicu terjadinya penumpukan di satu sekolah tertentu.

Ia mencontohkan di Kota Batam, ada SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 yang setiap tahunnya selalu dipadati pendaftar calon siswa baru hingga melebihi daya tampung.

“Untuk mengatasi masalah ini, kami sudah membangun sekolah penyangga, yaitu SMA Negeri 26 dengan tambahan 14 ruang kelas baru dan SMA Negeri 24 Batam,” sebutnya.

Agung menambahkan secara umum daya tampung PPDB SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2023/2024 di tujuh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri sebanyak 30.013 orang. Sementara jumlah lulusan SMP sebanyak 35.195 orang, di mana 60 persennya terpusat di Batam.

Ia menyebut setiap tahunya Batam memang menjadi atensi Pemprov Kepri terkait kemampuan daya tampung PPDB. Berbeda dengan enam kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri yang notabane tidak mengalami persoalan serupa, karena jumlah penduduk yang relatif lebih sedikit dibanding Batam.

“Kita berupaya maksimal mengatasi persoalan PPDB, khususnya di Batam. Pemerintah tetap mengutamakan sistem zonasi atau sesuai tempat tinggal calon siswa baru,” pungkasnya. (Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *