Vnews.click, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri sudah mencairkan sekitar 30 persen atau Rp76 miliar dana pinjaman daerah di Bank Jabar Banten (BJB) untuk membiayai proyek pembangunan fisik tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, mengatakan total pinjaman daerah yang diteken pemprov bersama BJB di awal 2026 sebesar Rp400 miliar, di mana Rp256 miliar di antaranya dialokasikan untuk Dinas PUPP.
“Nah, dari Rp256 miliar itu, sekitar Rp76 miliar atau 38 persen, sudah dicairkan untuk mengerjakan 41 paket proyek fisik tahun ini,” kata Rodi, Senin (11/8/2026).
Ia menjelaskan 41 proyek fisik pada Dinas PUPP Kepri 2026, tersebar di beberapa bidang mulai dari Bidang Bina Marga, Cipta Karya dan Sumber Daya Air (SDA).
Ia memaparkan hingga awal Agustus, sekitar 98 persen dari total proyek fisik tersebut telah selesai dilelang, bahkan sebagian sudah berkontrak kerja dan mulai berjalan, termasuk proyek strategis tahun jamak pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat dengan anggaran Rp99,9 miliar.
Sementara satu proyek tahun jamak lainnya, yakni pembangunan Poliklinik RSUD Raja Ahmad Tabib Kepri dengan anggaran sekitar Rp110 miliar, sedang dalam penawaran lelang dan ditargetkan segera berkontrak kerja.
“Jadi, tahun ini ada dua proyek besar yang kita kerjakan untuk tahun jamak. Target pekerjaannya rampung 2027,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

