KEPRI PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar menyampaikan potensi ancaman radikalisme dan terorisme di daerah perbatasan kepada 1.200 siswa SMA dan SMK sederajat Se-Kota Batam saat membuka acara Ekspresi Indonesia Muda.

Ansar menyebut dengan posisi strategis karena berbatasan dengan banyak negara. Selain keuntungan secara ekonomi, Kepri juga patut mewaspadai masuknya berbagai pengaruh radikalisme dan terorisme yang mengancam kedaulatan negara.

“Karena kita berbatasan dengan berbagai negara tetangga, maka wilayah kita ini merupakan tempat lalu lintas masuknya orang dari negara lain. Oleh karena itu, kita wajib waspada agar paham-paham yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa tidak sampai masuk juga ke wilayah kita,” kata Gubernur Ansar di GOR Sekolah Yos Sudarso, Kota Batam, Selasa (15/11/2022).

Gubernur menyebut radikalisme dan terorisme merupakan paham yang berbahaya, karena bisa memecah belah dan menghancurkan tatanan hidup sebuah bangsa. Oleh karenanya, hal itu patut dicegah sedini mungkin dengan memberikan pemahaman kepada generasi muda akan ciri-ciri dan bahayanya.

Menurutnya paham ini akan mudah masuk pada masyarakat dengan tingkat pemahaman dan pendidikan yang rendah. Ia berpesan kepada para siswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, sehingga memberikan nilai tambah yang baik agar terhindar dari bahaya paham radikalisme dan terorisme.

“Jadilah generasi andalan untuk negara tercinta ini khususnya Kepri,” ucap Ansar.

Gubernur Ansar juga mengapresiasi Ekspresi Indonesia Muda di Batam yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemuda yang menjadi penentu masa depan bangsa.

“Warnanya apa bangsa ini ke depannya, tergantung adik-adik yang hadir di sini,” ujarnya.

Ansar menyatakan sebagai Warga Negara Indonesia, sudah sepatutnya bersyukur karena negeri yang dicintai ini dilimpahkan berbagai macam bonus demografi yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Di antaranya memiliki hampir 17 ribu pulau, 1.340 suku bangsa serta merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar urutan ke-5 di dunia.

Ia katakan hal Ini adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan ke Indonesia, sehingga kewajiban warga negara adalah menjaga dengan sebaik-baiknya. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik bonus demografi ini, maka bisa menjadi bencana demografi yang dapat menghancurkan NKRI sama halnya seperti bangsa-bangsa terdahulu seperti Uni Soviet, Yugoslavia serta Korea, di mana perpecahan tersebut menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi bangsa.

Sebagai bangsa Indonesia, lanjut Ansar, negeri ini hingga sekarang aman, tentram dan damai karena diikat oleh ikatan batin yang luar biasa berupa 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa  para siswa harus bangga menjadi masyarakat Kepri, karena provinsi dengan luas lautan 96 persen dan hanya 4 persen daratan ini memiliki 2.408 yang 394 pulau di antaranya berpenghuni serta berbatasan langsung dengan negara Vietnam, Kamboja, Singapura dan Malaysia.

“Letak Kepri sangat strategis kerana merupakan salah satu dari 4 choke point jalur perdagangan dunia, yaitu selat malaka, salah satu selat perdagangan maritim tersibuk di dunia yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura,” kata Gubernur Ansar. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *