Tanjungpinang (Vnews.click) – Stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog Tanjungpinang saat ini mencapai 3.000 ton.
Jumlah ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyatakat selama enam bulan, dengan estimasi kebutuhan beras di Tanjungpinang dan Bintan, sekitar 400-500 ton per bulan.
“Stok CBP di Gudang Bulog Tanjungpinang yang ada saat ini merupakan sisa beras impor dari luar negeri, seperti Thailand, Myanmar, Vietnam, hingga Pakistan,” kata Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Jumat (30/5/2025).
Dengan stok CBP mencapai 3.000 ton itu, katanya, Bulog Tanjungpinang siap jika sewaktu-waktu mendapat penugasan kembali dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, untuk menyalurkan CBP kepada masyarakat.
“Penugasan penyaluran CBP terakhir pada Maret 2025, setelah itu dihentikan dulu oleh Bapanas, sampai ada keputusan lebih lanjut,” ujar Arief.
Selain untuk Pulau Bintan, lanjut Arief, pihaknya juga mendistribusikan sebagian pasokan CBP untuk gudang bulog di pulau-pulau daerah setempat, seperti Natuna 1.000 ton, Anambas 200 ton, dan Lingga 300 ton.
Bulog Tanjungpinang pun masih memiliki persediaan komoditas pangan yang cukup selain CBP, antara lain beras komersil premiun sebanyak dua ton, lalu gula 500 kilogram, minyak 600 liter, dan terigu 200 kilogram.
Bahan pangan tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, dengan harga jual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku selama ini.
Ia memerinci harga beras bulog komersil premium Rp13 ribu per kilogram, kemudian gula pasir Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng Rp14 ribu per liter, dan terigu Rp8 ribu per kilogram. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

