Bintan (Vnews.click) – Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan dan kemudahan dalam investasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan kembali memfasilitasi pelaksanaan ekspor ayam hidup (live bird) dari Bintan ke Singapura.
Menurut Kepala Dinas DKPP Bintan, Sri Heny Utami, fasilitasi yang diberikan untuk mendukung ekspor ayam ini salah satunya adalah memberikan rekomendasi Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS).
“Rekomendasi pengeluaran ayam untuk ekspor dan penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari dokter hewan berwenang, bahwa hewan yang akan diekspor adalah hewan yang sehat dan layak untuk di ekspor sesuai dengan regulasi yang ada,” ungkap Sri Heny Utami, Senin (30/9/2024).
Sri Heny mengaku bersyukur karena seluruh stakeholder terkait seperti Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepri, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri dan instansi lainnya, juga berperan penting dalam suksesnya investor di Kabupaten Bintan melakukan ekspor ayam hidup ke Singapura.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Iwan Berri Prima, menyampaikan bahwa ekspor ayam hidup ini semoga dapat menjadi inspirasi dan diikuti oleh peternakan yang lain.
“Saat ini kegiatan ekspor ayam Hidup (live bird) ke Singapura dilaksanakan oleh PT. Indojaya Agrinusa (Japfa Group), pada Hari Jumat, 27 September 2024 dengan jumlah ayam yang diekspor sebanyak 8.424 ekor yang diangkut oleh kapal laut dengan jumlah kontainer sebanyak 2 unit melalui Pelabuhan batu 6 Sri Payung, Tanjungpinang,” ungkapnya.
Selanjutnya, DKPP Bintan juga memastikan bahwa adanya ekspor ayam ini tidak akan mempengaruhi terhadap ketersediaan ayam di pasar lokal Tanjungpinang dan Bintan. Pasalnya, pasar lokal pasokannya berasal dari peternak lokal.
“Justru kita tidak menyarankan perusahaan ini masuk ke pasar lokal Bintan. Mereka membuka peternakan di Bintan tujuan awalnya memang untuk ekspor dan untuk memenuhi kebutuhan lokal di Batam. Dengan kata lain investasi berkembang, peternak lokal tidak tumbang,” ungkap Iwan Berri Prima yang juga merupakan Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

