Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Kesehatan memberikan imunisasi hepatitis B kepada 200 orang tenaga medis RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) di Kota Tanjungpinang.
“Imunisasi ini dalam rangka meningkatkan perlindungan kesehatan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berisiko terpapar virus hepatitis B,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mochammad Bisri saat memantau pelaksanaan imunisasi hepatitis B di RSUD RAT, Jumat (1/12/2023).
Bisri menyebut imunisasi hepatitis B merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B, yang dapat menimbulkan komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati.
Imunisasi hepatitis B diberikan dalam tiga dosis dalam jangka waktu enam bulan (0, 1, dan 6 bulan). Imunisasi dapat diberikan setelah hasil skrining pra imunisasi menunjukkan HBsAg non reaktif (negatif) dan anti-HBs non reaktif (negatif) dan dinyatakan lulus screening oleh dokter spesialis patologi klinik.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan skrining sudah berjalan sejak hari Jumat 24 November 2023, pada 149 orang tenaga kesehatan dari target capaian 200 orang, dengan rincian anti-HBs non reaktif 81 orang, anti-HBs reaktif 64 orang, dan HBsAg reaktif 4 orang.
“Saat ini yang boleh divaksin baru mencapai 81 orang, terdiri dari dokter umum, dokter gigi spesialis, dokter gigi, penyakit dalam, spesialis obgyn, spesialis bedah, spesialis anestesi, spesialis patologi klinik, perawat dan penata anestesi, bidan, dan ahli teknologi laboratorium medik (ATLM),” ungkap Bisri.
Sementara, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan imunisasi hepatitis B bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di RSUD RAT yang sekaligus rumah sakit milik pemerintah daerah setempat.
Ia mengatakan bahwa imunisasi hepatitis B merupakan salah satu bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan yang telah berjasa dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya tenaga medis dan tenaga kesehatan adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Mereka berisiko terpapar virus hepatitis B yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan hidup.
“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan imunisasi hepatitis B bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan,” ujar Ansar.
Gubernur Ansar berharap imunisasi ini dapat memberikan perlindungan optimal bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, sehingga mereka dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
Dia turut mengimbau kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan yang belum mengikuti skrining pra imunisasi untuk segera melakukannya agar dapat segera mendapatkan imunisasi hepatitis B.
“Imunisasi hepatitis B bukan berarti kita bebas dari virus hepatitis B. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan kita, keluarga, dan masyarakat dari virus hepatitis B,” pungkasnya. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

