Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat sebanyak 40 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di daerah itu sepanjang Januari-April 2024.
“Jumlah kasus tersebut turun dibanding periode yang sama tahun 2023 yang sebanyak 48 kasus,” kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam, Rabu (15/5/2024).
Rustam kasus DBD di Tanjungpinang mengalami turun naik selama periode Januari hingga April 2024.
Ia merinci dari bulan Januari sebanyak 12 kasus DBD, lalu di Februari turun menjadi sembilan kasus, kemudian Maret delapan kasus, dan April naik kembali menjadi 11 kasus.
Sebaran kasus DBD paling dominan di Kelurahan Kampung Baru sebanyak sepuluh kasus, lalu diikuti Pinang Kencana, Kilometer 9, Air Raja, Kota Piring, dan Tanjung Ayun Sakti.
“Khusus Pulau Penyengat, sejauh ini nol kasus atau sama dengan tahun lalu,” ujar Rustam.
Rustam
Oleh karena itu, masyarakat atau keluarga diimbau agar di lingkungan rumah tak ada tempat atau wadah yang memungkinkan untuk nyamuk aedes berkembang biak.
“Perkembangan nyamuk sangat cepat, dalam tujuh hari sudah bisa jadi dewasa,” ujar Rutsam.
Lanjut Rustam mengutarakan upaya antisipasi peningkatan kasus DBD terus dilakukan pihaknya dan jajaran dengan cara rutin memberikan informasi dan penyadaran kepada masyatakat untuk melakukan gerakan 3M Plus.
Ia menerangkan 3M ialah menutup tempat penampung air supaya nyamuk tak bisa menempatkan telur, lalu menguras bak mandi secara berkala, serta mendaur ulang atau mengubur barang-barang bekas agar tidak bisa dimanfaatkan untuk genangan air.
Sementara Plusnya, antara lain tidak menggantung sembarangan pakaian di rumah, sebaliknya disimpan di lemari tertutup. Pakaian yang tergantung di ruang terbuka, menjadi tempat istirihat yang nyaman bagi nyamuk.
Kemudian, tempat keluar masuk nyamuk dipasang kawat pasar atau kelambu. Lalu, bisa pula menyimpan tanaman tertentu seperti serai dan lavender untuk mengusir nyamuk.
Sementara bagi rumah keluarga yang terdapat kolam, harus rutin dirawat dan dikasi ikan yang bisa memakan jentik sehingga tak berkembang.
“Paling lama setiap seminggu atau tiga hari sekali, bersihkan tempat-tempat genangan air yang ada di lingkungan rumah untuk mencegah nyamul demam berdarah,” pungkas Rustam. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

