Bintan (Vnews.click) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan menemukan adanya kasus cacing hati pada hewan kurban di wilayah Kecamatan Bintan Timur.
Temuan itu terjadi pada saat tim kesehatan hewan pada DKPP Bintan melakukan pengawasan penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah.
Namun demikian, hewan kurban tersebut dipastikan masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Tinggal potong pada bagian yang terinfeksi cacing hati saja, kemudian buang. Daging sapi kurban tetap aman dikonsumsi,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bintan drh Iwan Berri Prima di Bintan, Selasa (18/6/2024).
Selain itu, kata dia, pihaknya juga masih menemukan pemotongan hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah yang belum memenuhi kaidah kesejahteraan hewan atau kesrawan.
Kemudian, pemrosesan daging tidak menggunakan alas terpal alias daging di proses hanya di atas tanah beralaskan kulit hewan.
Lalu, banyak juga ditemukan panitia kurban yang ketika menangani daging kurban dilakukan sambil merokok.
“Padahal hal-hal ini telah kami sosialisasikan dan memberikan surat edaran melalui edaran Kepala DKPP Bintan ke seluruh kecamatan, kelurahan/desa dan masjid setempat,” ujar dia.
Iwan Berry menambahkan secara umum kondisi hewan kurban di wilayah Bintan dalam kondisi sehat dan layak dan tidak ditemukan kasus penyakit hewan menular strategis (PHMS) pada hewan kurban.
Pihaknya telah mengerahkan Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Kabupaten Bintan, terdiri dari 16 orang yaitu 4 orang dokter hewan dan 12 orang paramedik veteriner atau tenaga pendamping kesehatan hewan.
Tim menyebar di tujuh Kecamatan di Bintan untuk melakukan pengawasan pada Hari Raya Idul Adha dan pada hari Tasyrik jika ada pemotongan hewan kurban. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

