KEPRI PENDIDIKAN TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Agustus 2022 mengalami penurunan sebesar 1,68 persen poin, yaitu dari 9,91 persen pada Agustus 2021 menjadi 8,23 persen.

“TPT hasil survei angkatan kerja nasional Agustus 2022 sebesar 8,23 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar delapan orang penganggur,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Kepri Dian Kartika Sari melalui siaran pers secara daring, Senin (7/11/2022).

Menurutnya pada Agustus 2022, TPT laki-laki sebesar 7,78 persen, lebih rendah dibanding TPT perempuan yang sebesar 9,03 persen.

TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2021, yaitu berturut-turut sebesar 1,64 persen poin dan 1,69 persen poin.

Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, katanya, TPT perkotaan sebesar 8,52 persen atau jauh lebih tinggi dari TPT di daerah perdesaan sebesar 5,88 persen.

“TPT daerah perkotaan menurun sebesar 1,93persen poin, sementara itu TPT daerah perdesaan meningkat sebesar 1,45 persen poin,” ungkapnya.

Lanjutnya menyampaikan jika dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT pada Agustus 2022 mempunyai pola yang cukup berbeda dengan Agustus 2021.

Pada Agustus 2022, TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 11,34 persen. Sementara, TPT yang paling rendah adalah pada pendidikan universitas, yaitu sebesar 2,50 persen.

Dibandingkan Agustus 2021, sambungnya, penurunan TPT terjadi pada hampir semua kategori pendidikan, dengan penurunan terbesar pada kategori tamatan universitas, yaitu sebesar 4,59 persen poin.

Sementara peningkatan TPT terjadi pada kategori tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yaitu sebesar 1,38 persen poin.

“TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja,” ucap Dian Kartika Sari. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *