Vnews.click, Tanjungpinang – Perum Bulog Cabang Tanjungpinang memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog Tanjungpinang dalam kondisi aman.
Saat ini, terdapat sekitar 3.000 ton beras yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan.
Kepala Cabang Perum Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil penambahan pasokan sebanyak 1.500 ton yang baru diterima Bulog.
Stok beras tersebut akan digunakan untuk berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penugasan lainnya.
“Dengan jumlah tersebut, estimasi ketahanan stok sekitar empat sampai lima bulan ke depan,” ujar Arief Alhadihaq, Selasa (30/6/2026).
Arief menjelaskan, harga beras SPHP masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp13.000 per kilogram atau Rp65.000 per kemasan lima kilogram.
Penyaluran dilakukan melalui pedagang pengecer di pasar maupun Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra Bulog.
“Harga beras SPHP tidak mengalami perubahan, kami tetap menyalurkan melalui pengecer di pasar dan jaringan RPK,” ucapnya.
Arief menambahkan, stok beras premium Bulog saat ini masih kosong karena belum ada pasokan baru dari pemasokn, sehingga Bulog tetap memprioritaskan distribusi beras SPHP guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di wilayah Kepri.
“Kita sekarang fokus untuk meningkatkan penjualan berhasil SPHP,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

