KEPRI OLAHRAGA PARBUD TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Kejuaraan Internasional Pencak Silat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2023 yang dipusatkan di halaman Gedung Daerah Kota Tanjungpinang diikuti peserta dari tiga negara, yakni Indonesia (Kepri), Malaysia dan Singapura.

“Total ada delapan kontingen pencak silat ikut serta dalam kejuaraan ini,” kata Ketua Pelaksana Kejuaraan Internasional Pencak Silat Kepri, Humaidi di Tanjungpinang, Sabtu (18/11/2023).

Humaidi menyebut kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan dari Pemprov Kepri, Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), hingga Presiden Federasi Pencak Silat Asian yang sekaligus perwakilan pencak silat Singapura, Dato’ Sheik Alauddin Yacoob Marican.

Menurut Humaidi Kejuaraan Internasional Pencak Silat Kepri ini, dahulunya bernama Kejuaraan Pencak Silat Sijori, yang merupakan singkatan dari Singapura, Johor dan Riau. Namun, sekarang diganti menjadi Kejuaraan Internasional Pencak Silat dengan harapan ke depan ajang ini juga diikuti oleh negara-negara lainnya, seperti Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina hingga Thailand. 

“Jadi, kami hanya melanjutkan Kejuaraan Pencak Silat Sijori,” ungkap Humaidi.

Humaidi menyampaikan ajang pencak silat bertaraf internasional ini digelar secara merakyat, yang mana perhelatannya dilakukan di tempat terbuka dengan dimeriahkan bazar, pameran serta pengobatan alternatif.

Hal itu menunjukkan bahwa pencak silat dari rakyat dan untuk rakyat. Kegiatan ini digelar pada tanggal 17-21 November 2023.

“Kami juga tekankan kejuaraan ini untuk meningkatkan prestasi atlet pencak silat, tapi penuh kegembiraan dan persaudaraan antarnegara serumpun,” ucap Humaidi.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemprov Kepri, Muhamammad Ikhsan mendukung sekaligus mengapresiasi pelakasanaan Kejuaraan Internasional Pencak Silat 2023 di pusat ibukota, Tanjungpinang.

Ia mengutarakan kegiatan ini di samping untuk meningkatkan prestasi atlet pencak silat, juga bertujuan mempererat tali silaturrahmi antara  Indonesia (Kepri), Singapura dan Malaysia.

“Apalagi, pencak silat termasuk termasuk salah satu cabang olahraga yang diunggulkan dalam desain besar olahraga nasional,” ungkap Ikhsan.

Dia juga berharap kontingan pencak silat dari Malaysia maupun Singapura dapat berbelanja serta menimati keindahan Tanjungpinang sebagai kota wisata, baik kuliner, sejarah, religi hingga budaya.

Kemudian, mendorong para atlet pencak sikat dalam kejuaraan tersebut supaya bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi, terlebih pencak silat sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia oleh UNESCO. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *