KEPRI SOSIAL TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mulai melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang menyasar sebanyak 197 ribu unit usaha serta seluruh rumah tangga di daerah tersebut.

“Dari direktori data kita, ada sekitar 197 ribu unit usaha di Kepri yang perlu didata melalui Sensus Ekonomi, guna mengetahui kondisi terkini jumlah usaha yang masih aktif beroperasi, baik skala kecil, mikro, menengah hingga besar,” kata Kepala BPS Kepri Toro Haryanto usai melakukan Sensus Ekonomi di kediaman Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Jalana Peralatan, Kota Tanjungpinang, Senin (15/6/2026).

Selain itu, kata dia, Sensus Ekonomi juga menyasar masyarakat yang berusaha dari rumah, pedagang keliling, hingga pelaku usaha digital, seperti pembuat konten di TikTok dan platform lainnya yang menghasilkan pendapatan.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS telah menyiapkan sejumlah inovasi dan strategi pengawasan. Salah satunya melalui dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan kinerja petugas lapangan secara real time.

BPS juga menggunakan aplikasi berbasis digital bernama FASIH dalam proses pendataan. Melalui aplikasi tersebut, seluruh data yang dikumpulkan petugas dapat dipantau secara langsung sehingga kualitas dan progres pekerjaan dapat terukur dengan baik.

“Dari aplikasi itu, kami dapat melihat capaian target pendataan sekaligus memantau kualitas data yang masuk dari lapangan,” kata Toto.

BPS Kepri turut menerapkan inovasi SPSS atau Satu Pegawai Satu SLS (Satuan Lingkungan Setempat).

Melalui program tersebut, setiap pegawai BPS diberikan tanggung jawab untuk mengawal dan memantau satu wilayah tertentu guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai target.

“Beban pekerjaan tidak hanya berada pada petugas mitra di lapangan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai BPS yang ikut melakukan pengawasan dan pendampingan,” ujarnya.

Toto melanjutkan setiap rumah tangga yang telah didata akan ditempeli stiker Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan pendataan berskala nasional ini dilaksanakan selama 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Adapun Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjadi responden perdana Sensus Ekonomi 2026, yang menandakan bahwa seluruh lapisan penduduk mulai dari kepala daerah, pejabat hingga masyarakat akan didata tanpa terkecuali.

“Sensus Ekonomi inj menjadi instrumen penting untuk menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *