BINTAN KEPRI KESEHATAN

Bintan (Vnews.click) – Dalam rangka untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bintan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan bekerjasama dengan Balai Veteriner Bukittinggi Kementerian Pertanian, melakukan pengambilan sampel darah pada hewan ternak sapi yang telah divaksinasi PMK.

Menurut drh. Iwan Berri Prima, Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan, Kegiatan pengambilan sampel dilakukan untuk memonitoring efektifitas program pasca vaksinasi PMK, yakni untuk mengetahui titer Antibody atau kekebalan hewan setelah divaksinasi PMK.

“Kegiatan ini dilakukan sejak senin, 17 Oktober 2022 hingga jumat 21 Oktober 2022,” katanya, Senin (24/10/2022).

Selain itu, kata dia, pengambilan sampel juga dilaksanakan untuk memastikan ada tidaknya bibit kuman penyakit PMK pada hewan ternak di Kabupaten Bintan.

Untuk menguji hal ini, sampel yang diambil adalah sampel cairan dengan menggunakan alat Probang, yakni pengambilan sampel cairan dari area nasofaring pada hewan ternak.

“Jumlah sampel yang diambil adalah sampel darah hewan sapi sebanyak 180 sampel dan sampel probang sebanyak 50 sampel, yang seluruhnya tersebar di lima kecamatan, yakni kecamatan Bintan Timur, Gunung Kijang, Toapaya, Teluk Bintan dan Teluk Sebong,” ungkapnya.

Di samping itu, lanjutnya, bahwa sampel-sampel yang telah berhasil diambil, selanjutnya akan dibawa dan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Hewan, yakni di Balai Veteriner Bukittinggi di Sumatera Barat.

Pihaknya berharap, semoga dengan pengambilan sampel ini, Kabupaten Bintan tetap dinyatakan sebagai daerah zona hijau PMK dan vaksinasi yang telah dilaksanakan mampu menunjukkan kekebalan tubuh yang baik, mampu melindungi dan bermuara pada sehatnya hewan rentan PMK yang ada di Kabupaten Bintan. (Ham).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *