Vnews.click, Tanjungpinang – BMKG Kota Tanjungpinang, memprediksi kondisi cuaca saat arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di daerah tersebut relatif aman.
Kepala BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan untuk prakiraan curah hujan periode Maret 2026, tidak banyak terjadi karena masuk kategori rendah, yaitu di posisi 150 mililiter.
“Curah hujan di wilayah Kepri secara umum diperkirakan mulai meningkat pada April 2026,” kata Kosasih, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan curah hujan dengan intensitas rendah sampai sedang diprediksi terjadi pada Dasarian II Maret (11-20 Maret 2026).
Lalu, di Dasarian III (21-30 Maret 2026), tidak terlalu banyak hujan atau sifatnya di bawah normal.
“Kondisi cuaca musim saat Lebaran berpotensi hujan dengan intensitas ringan atau relatif lebih aman, sehingga potensi bencana hidrometeorologi juga lebih rendah,” ujarnya.
Selain itu, terkait kondisi tinggi gelombang di perairan Kepri yang notabene wilayah maritim saat Idul Fitri diperkirakan cenderung turun dibanding bulan sebelumnya, seiring melemahnya monsun asia.
Kosasih memaparkan tinggi gelombang di perairan laut Kepri bagian utara, seperti Natuna dan Anambas dalam posisi sedang, yakni di kisaran 1,25 sampai 2,5 meter.
Sementara di bagian Selatan meliputi perairan Karimun, Batam dan Bintan masuk kategori rendah, yaitu di posisi 0,5 sampai 1,25 meter.
“Ketinggian gelombang di perairan Kepri pun relatif aman,” ujarnya.
Lanjut Kosasih turut mengimbau masyarakat rutin mengakses informasi cuaca resmi yang diterbitkan BMKG sebagai langkah mitigasi sebelum bepergian atau mudik.
BMKG setiap harinya menyampaikan perkembangan cuaca terkini kepada seluruh stakeholder terkait, lalu melalui kanal whatsapp grup, Radio Republik Indonesia (RRI), media sosial BMKG.
“Termasuk menyampaikan peringatan dini cuaca secara berkala,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

