Vnews.click, Tanjungpinang – Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk “Gerakan Gizi Ibu Hamil sebagai Upaya Preventif terhadap Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di Kelurahan Kampung Bugis”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, pencegahan anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta deteksi dan pencegahan risiko kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis. Berdasarkan data yang menjadi dasar penyusunan program, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 7,96%, sementara prevalensi ibu hamil dengan KEK mencapai 10,55%.
Capaian konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) tercatat sebesar 92%, sedangkan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) mencapai 9,47%, lebih tinggi dibandingkan angka Kota Tanjungpinang sebesar 3,9%. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan neonatal.
Kegiatan Pengabmas dilaksanakan secara bertahap dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penyuluhan, tetapi juga menggabungkan edukasi, pemeriksaan kesehatan, pemberian suplementasi, pemanfaatan pangan lokal, pemberian makanan tambahan, monitoring, dan evaluasi.
Pendekatan tersebut dirancang agar ibu hamil tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan mengenai gizi dan kesehatan selama kehamilan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil Tahap Pertama
Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2026 dengan melibatkan 30 ibu hamil di wilayah Kelurahan Kampung Bugis.
Kegiatan diawali dengan pretest untuk
mengetahui pengetahuan awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai gizi seimbang selama kehamilan, anemia, KEK, faktor risiko kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta pentingnya konsumsi TTD.
Edukasi dilakukan secara interaktif dengan
menggunakan berbagai media, termasuk leaflet, banner, PowerPoint, dan Buku Saku CERIA BUMIL (Cegah Risiko Anemia dan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil).
Selain edukasi, ibu hamil juga memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pemantauan status gizi.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi tim Pengabmas untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil bahwa kondisi gizi selama kehamilan memiliki hubungan erat dengan kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.
Pemberian TTD juga disertai dengan edukasi mengenai pentingnya konsumsi secara rutin dan kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan.
Belajar Memanfaatkan Pangan Lokal
Pada tahap kedua, kegiatan dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 di Posyandu Kasih Ibu, Kelurahan Kampung Bugis, dengan sasaran 30 ibu hamil.
Kegiatan pada tahap ini lebih menekankan pada keterampilan praktis dalam memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat.
Ibu hamil diberikan edukasi mengenai kebutuhan gizi selama kehamilan serta diajak mempraktikkan penyusunan menu harian bergizi seimbang menggunakan bahan pangan lokal.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan berat badan, tinggi badan, Lingkar Lengan Atas (LiLA) kadar hemoglobin, serta penilaian pertumbuhan janin. Ibu hamil yang memiliki faktor risiko anemia atau KEK mendapatkan konseling secara individual sehingga pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.
Kegiatan juga dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai makanan bergizi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memilih dan menyusun menu yang sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.
Pemanfaatan pangan lokal diharapkan
dapat menjadi alternatif yang lebih mudah diterapkan oleh keluarga dalam memenuhi
kebutuhan gizi ibu hamil. Dilanjutkan dengan Monitoring dan Pendampingan Selama Tiga Bulan Program Pengabmas ini tidak berhenti setelah kegiatan edukasi dan pemeriksaan.
Tahap ketiga direncanakan berupa monitoring dan pendampingan ibu hamil selama tiga bulan.
Pendampingan akan difokuskan pada pemantauan konsumsi harian ibu hamil, perkembangan penambahan berat badan, taksiran berat janin, serta kadar hemoglobin.
Pada tahap ini, ibu hamil juga akan mendapatkan buku menu harian bergizi seimbang yang dapat digunakan sebagai panduan dalam menerapkan pola makan sehat selama kehamilan.
Monitoring tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan edukasi yang telah diberikan pada tahap sebelumnya. Tim Pengabmas bersama bidan dan kader kesehatan akan melakukan pendampingan sehingga permasalahan yang ditemukan selama proses monitoring dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti bersama pihak puskesmas.
Evaluasi untuk Melihat Perubahan
Setelah tiga bulan pendampingan, tahap keempat berupa evaluasi kegiatan akan dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan hasil intervensi.
Evaluasi meliputi penilaian pengetahuan melalui posttest, penilaian antropometri ibu hamil yang mencakup berat badan dan Lingkar Lengan Atas (LiLA), serta penilaian taksiran berat janin. Selain itu, akan dilakukan penilaian kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah dan pemeriksaan kadar hemoglobin.
Hasil evaluasi tersebut akan digunakan untuk melihat perkembangan ibu hamil setelah mendapatkan rangkaian edukasi dan pendampingan, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut program.
Dengan demikian, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari perubahan pengetahuan, perilaku, kepatuhan konsumsi TTD, serta perkembangan status gizi dan kondisi kesehatan ibu hamil.
Melibatkan Puskesmas dan Kader untuk Keberlanjutan
Pelaksanaan program ini melibatkan Puskesmas Kampung Bugis, bidan penanggung jawab program KIA, serta kader kesehatan. Kader dan bidan berperan dalam membantu mengumpulkan sasaran, mendukung pelaksanaan kegiatan, serta melakukan monitoring dan pendampingan selama program berlangsung.
Dalam usulan Pengabmas, keberlanjutan kegiatan juga diarahkan agar pihak puskesmas dan kelurahan tetap mempertahankan kegiatan serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan alat pemeriksaan antropometri dan kadar hemoglobin di Posyandu.
Melalui Gerakan Gizi Ibu Hamil, Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang berupaya membangun model pendampingan yang berkesinambungan, mulai dari peningkatan pengetahuan, praktik pemenuhan gizi berbasis pangan lokal, pemberian suplementasi dan makanan tambahan, pemantauan status gizi serta kesehatan ibu dan janin, hingga evaluasi.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil dan keluarga untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi selama kehamilan, meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD, serta membantu mencegah anemia dan KEK sebagai bagian dari upaya preventif terhadap kegawatdaruratan maternal dan neonatal di Kelurahan Kampung Bugis.
Ke depan, hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut dan keberlanjutan pendampingan bersama Puskesmas Kampung Bugis, kader, dan Kelurahan Kampung Bugis, sehingga gerakan peningkatan gizi ibu hamil dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

