EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menggunakan motor listrik untuk menunjang kegiatan operasional internal kantor pada tahun 2022.

“Di PLN, motor listrik digunakan untuk membaca meteran di rumah pelanggan,” kata Manajer Bagian Niaga dan Pemasaran UP3 PLN Tanjungpinang, Riska Fanizah, Sabtu (17/12/2022).

Riska menyebut untuk tahap pertama, pihaknya telah membeli 10 unit motor listrik yang akan disebar di 10 Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN se-Kepri. Artinya, masing-masing ULP mendapat jatah 1 unit kendaraan motor listrik.
Ia merinci 10 ULP PLN dimaksud, yakni Belakang Padang di Kota Batam, Tanjungpinang Kota dan Bintan Center di Kota Tanjungpinang, Kijang dan Tanjunguban di Kabupaten Bintan.
Kemudian, Tanjung Batu dan Tanjung Balai di Kabupaten Karimun, ULP Kabupaten Natuna, ULP Kabupaten Anambas, dan Dabo Singkep di Kabupaten Lingga.
“Tahun 2023, kami akan programkan lagi pengadaan motor listrik bagi pegawai PLN di wilayah Kepri,” ungkapnya.
Menurutnya, motor listrik tersebut dibeli dari salah satu pabrik di Jakarta. Harga per unit berkisar Rp18 juta, atau sudah termasuk seluruh biaya akomodasi pengiriman hingga sampai ke lokasi penerima, dalam hal ini PLN UP3 Tanjungpinang.
Ia menyebut masyarakat umum juga bisa melihat harga motor listrik melalui market place dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15 juta hingga Rp18 juta.
“Kalau di Kepri, baru PLN yang menggunakan motor listrik. Masyarakat umum belum,” ujar dia.
Riska menyampaikan penggunaan motor listrik oleh PLN, juga dalam rangka mengenalkan kepada masyarakat bahwa Indonesia, khususnya di Kepri kini sudah ada produk motor listrik tanpa perlu mengisi BBM. Selain itu, juga ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi gas yang dapat menyebabkan pencemaran udara di jalanan.
Lanjutnya menjelaskan bahwa motor listrik cukup dicas di rumah seperti halnya mengecas bateray ponsel pintar. Butuh waktu sekitar 3 jam untuk mengisi bateray motor listrik hingga full atau penuh.
Setelah itu, motor listrik dapat dipakai menjangkau jarak maksimal 80 kilometer per jam. Untuk lingkup dalam Kota Tanjungpinang, daya motor listrik itu diklaim mampu bertahan selama tiga hari.
“Jarak di Tanjungpinang tak sampai 80 kilometer. Ketika pemakaiannya sudah 60 kilometer, langsung dicas lagi,” ucap Riska. (Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *