TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri mengatakan hampir 95 persen kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla diduga sengaja dibakar. Sedangkan, sekitar lima persen lagu dipicu pembakaran sampah hingga pembuangan puntung rokok sembarangan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kepri, Darson, menyatakan temuan itu berdasarkan hasil rapat bersama tujuh pemerintah kabupaten/kota se-Kepri terkait kondisi karhutla yang belakangan marak terjadi imbas musim kemarau panjang selama sebulan terakhir.

Meski demikian, pihaknya masih kesulitan menemukan pelaku karhutla, karena pelaku pembakaran hutan maupun lahan diduga melakukan aktivitasnya secara sembunyi-sembunyi atau dalam keadaan sepi.

Selain itu, pelapor peristiwa karhutla kerap bersembunyi atau tidak muncul setelah membuat laporan kepada petugas BPBD maupun Pemadam Kebakaran (Damkar).

“Makanya, kita sulit mengungkap identitas pelaku karhutla. Kalau dapat, pasti diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Darson, Rabu (1/4/2028).

Darson memaparkan sebaran kasus karhutla di seluruh kabupaten/kota se-Kepri sampai saat ini, dengan rincian Tanjungpinang 121 titik, lalu Bintan 351 titik, Karimun 153 titik, Anambas 3 titik, Natuna 32 titik, Batam 63 titik dan lingga 45 titik.

BPBD Kepri terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menangani karhutla, salah satunya BPPD Kepri menurunkan armada suplai air untuk membantu proses pemadaman karhutla di Kabupaten Bintan.

Pihaknya turut mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar seiring musim kekeringan yang terjadi saat ini, karena api dengan mudah dapat menyebar luas hingga berisiko mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Termasuk jangan membakar sampah maupun membuang puntung sembarangan,” pungkas Darson. (Mis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *