Tanjungpinang (Vnews.click) – Yayasan Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau atau (BP3KR) menggelar Peringatan Hari Marwah ke-23 tahun 2025 di Ballroom, Asrama Haji Jalan Pemuda, Tanjungpinang, Kamis (15/5/2025).
Peringatan Hari Marwah ke-23 tahun ini sebagai bentuk peringatan untuk mengenang masa perjuangan terbentuknya Kepri.
Setelah Keprinterbentuk, lalu dilanjutkan dengan peresmiannya pada 24 September 2002, dan menjalankan roda pemerintahan pada 1 Juli 2004.
“Hari ini, kita kembali memperingati hari Marwah 23 tahun yang lalu, kita menjaga martabat untuk memperjuangkan Kepri,” Kata Ketua Umum BP3KR, Huzrin Hood, saat diwawancara wartawan pada Kamis (15/5/2025).
Huzrin mengatakan sejak tahun 2004 hingga saat ini, Kepri berangan-angan untuk mensejahterakan masyarakat, namun justru saat ini masih banyak angka pengangguran dan kemiskinan di Kepri.
Maka itu sebagai tokoh sentral pembentukan Kepri, Huzrin meminta keseriusan Pemerintah Provinsi Kepri dalam menjalani roda pemerintahan, harus lebih meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat masih melihat betapa ramainya pengangguran, betapa banyaknya kemiskinan dan juga perlunya keseriusan pemerintah dalam melayani masyarakat,” Ujarnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyinggung dan merasa sedih Gubernur dan Wakil Gubernur termasuk DPRD Kepri, memberikan rekomendasi untuk pemekaran otonomi daerah Provinsi Natuna dan Anambas.
Menurutnya hal ini bukan sebuah marwah bagi Gubernur dan Wakil Gubernur termasuk DPRD Kepri, karena marwah untuk membentuk provinsi baru bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Bukan untuk kepentingan politik dengan janji-janji tertentu kepada masyarakat Kepri.
“Marwah kita bukanlah provinsi baru, tetapi masyarakatlah yang bermarwah,” ucapnya.
Peringatan Hari Marwah Kepri Ke-23 Tahun 2025 mengangkat tema “Kepri, Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan”. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

