BINTAN (VNEWS.click) – Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto menyatakan pemerintah akan menebar jaring atau pemasangan oil barier untuk menghalau limbah minyak hitam yang mencemari di sepanjang garis pantai perairan Bintan.
Menurut Isdianto, pemerintah serta pihak swasta yang terdampak limbah akan duduk bersama membahas langkah penanganan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini harus dilakukan demi menjaga iklim dunia pariwisata di Kepri.
“Persoalan limbah ini adalah masalah yang selalu berulang setiap tahunnya. Namun tidak ada jalan keluarnya hingga saat ini,” ujar Isdianto.
Dirinya menegaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani permasalahan limbah tersebut. Pasalnya menyangkut perairan OPL atau perairan Internasional yang berbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura.
Pihaknya saat ini hanya bisa mendata dan melaporkan pencemaran dan kerugian yang diakibatkan oleh limbah ini kepada kementerian terkait. Sementara untuk pencegahan dan penindakan agar kejadian ini tidak berulang lagi membutuhkan keterlibatan pusat karena menyangkut perairan antar Negara.
Sementara itu, General Manager PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Abdul Wahab menyatakan limbah minyak hitam ini telah mencemari bibir pantai Lagoi sepanjang 105 kilometer yang sudah berlangsung sejak november 2019 hingga januari 2020 ini.
“Total sudah ada 299 drum limbah yang tertampung akibat kejadian ini pihaknya juga mengamali kerugian sekitar Rp2,3 miliar untuk mengganti handuk yang terkontaminasi limbah serta service ekstar bagi tamu yang kecewa dengan kejadian tersebut,” ujarnya.(Ego)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

