Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah menelusuri aset pelantar pelangi di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota yang kondisinya kini terbengkalai dan tidak terawat.
“Sekarang pemko memang sedang fokus membenahi kawasan-kawasan yang kumuh dan tidak terawat, namun untuk pelantar pelangi akan kami telusuri dulu, sebagai langkah awal untuk pembenahan,” kata Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang, Rusli, Rabu (10/1/2024) kemarin.
Menurut Rusli, pelantar pelangi Kampung Bugis awalnya dibangun pada tahun 2018 oleh Kementerian PUPR menggunakan APBN sebesar Rp34 miliar, yang termasuk dalam program Kotaku.
Setelah kawasan tersebut selesai dibangun, katanya, aset tersebut kemudian diserahkan ke Pemko Tanjungpinang.
Ia mengakui selama ini kawasan itu belum pernah mendapat perawatan sejak pertama kali diresmikan.
“Akan kami pelajari lebih lanjut, mudah-mudahan ke depan pelantar Kampung Bugis itu juga masuk dari bagian yang ditata pemko. Tapi, sampai hari ini secara administrasi kami belum sampai ke tahapan itu,” katanya.
Pelantar pelangi merupakan jembatan penghubung antara Kampung Bugis dan Senggarang dengan memiliki panjang 150 meter dan lebar 3 meter yang dapat dilalui bagi pengguna sepeda motor.
Pertama dibangun, pelantar pelangi sempat ramai dikunjungi karena dicat aneka warna-warni, sehingga menjadi spot foto menarik bagi pengunjung.
Namun seiring berjalan waktu, nasib pelantar ini sangat kumuh dan terdapat sejumlah bangunan yang rusak. Kemudian, banyak juga warna cat yangg sudah terkelupas serta tidak adanya penerangan yang memadai pada malam hari. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

