BATAM BINTAN KARIMUN KEPRI LINGGA PEMERINTAHAN PEMILU POLITIK SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hanya mencapai 54 persen, dari target yang ditentukan yakni sebanyak 83 persen.

Ombudsman Kepri menilai kondisi partisipasi pemilih Pilkada 2024 yang terbilang rendah itu, merupakan bentuk kegagalan Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga Pemerintah Daerah (Pemda) yang ada di Kepri.

Saat hari pencoblosan berlangsung pada 27 November lalu, Ombudsman menerima keluhan, terkait banyaknya masyarakat yang tidak menerima surat C6, yang merupakan undangan untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Ini KPU bekerja maksimal atau tidak. Karena banyak keluhan yang tidak mendapatkan C6. Kemudian tidak ada yang menggerakkan RT dan RW, ini harus dievaluasi,” kata Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari di Tanjungpinang, Rabu (11/12/2024).

Persentase partisipasi pemilih sebesar 54 persen pada Pilkada 2024 ini lebih rendah dibandingkan dengan tingkat partisipasi Pilkada sebelumnya. Ia juga tidak bisa memastikan apakah KPU sengaja memperkecil tingkat partisipasi atau tidak.

Kondisi cuaca hujan yang disebut-sebut menjadi penyebab tingkat partisipasi rendah, tidak bisa dijadikan alasan oleh KPU. Sebab, kondisi TPS yang sepi didatangi oleh pemilih, sudah terjadi sejak pagi hari.

“Alasan cuaca saya kira tidak. Ini TPS dari pagi sudah sepi. Anggaran besar tapi tidak maksimal, walaupun (Pilkada) sukses dan lancar,” tambahnya.

Sebelum hari pencoblosan berlangsung, menurutnya KPU dan Pemda di Kepri harusnya bekerja untuk memotivasi masyarakat, agar dapat datang ke TPS. Apalagi, semua masyarakat diliburkan saat hari pencoblosan itu.

“Ini bisa jadi bentuk kegagalan KPU dengan Pemda. Karena partisipasi masyarakat, menentukan calon pemimpin yang diharapakan,” pungkasnya.

Setidaknya terdapat 1.559.727 orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Namun, hanya ada 851.739 pemilih yang datang ke TPS pada hari pencoblosan, 34.253 suara diantaranya dinyatakan tidak sah.

Pilkada serentak 2024 di Kepri untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sendiri diungguli oleh pasangan calon (Paslon) Ansar-Nyanyang, dengan meraup 450.109 suara. Sedangkan paslon Rudi-Rafiq meraup 367.367 suara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *