KEPRI PENDIDIKAN TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri Agung kembali membangun 2 gedung SMK Negeri baru di Kota Batam jadi solusi jangka panjang mengantisipasi tingginya minat siswa masuk ke sekolah kejuruan tersebut.

Adapun kedua SMKN dimaksud, yaitu SMKN 13 di Bengkong dan SMKN 14 Batu Aji, yang dibangun menggunakan APBD Kepri tahun anggaran 2026.

“Anggaran pembangunan per sekolah Rp3 miliar, jadi totalnya Rp6 miliar,” kata Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, Senin (29/6/2026).

Ia menyampaikan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, pendaftar calon siswa baru cenderung memilih masuk SMK (62 persen) dibanding SMA (38 persen), khususnya di Kota Batam.

Ia menyampaikan tahun ini jumlah total pendaftar SPMB SMA/SMK yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri mencapai sebanyak 30.476 siswa, dari total rencana daya tampung (RDT) 35.452 siswa.

“Jumlah pendaftar tersebut didominasi siswa SMK 15.247 orang dan siswa SMA 15.229 orang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan antusiasme masyarakat atau siswa masuk SMK dipicu lulusannya bisa langsung bekerja, karena mereka dibekali skil khusus selama bersekolah, seperti pengelasan hingga kelistrikan. Apalagi di Batam sebagai kawasan industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Agung melanjutkan Disdik Kepri akan terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana satuan pendidikan SMK guna menyesuaikan dengan kebutuhan dunia industri di Kepri. Termasuk mengkonversi beberapa SMA menjadi SMK di Batam.

“SMK di Kepri, terutama di Batam rata-rata sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar, sehingga siswanya bisa langsung terserap pasar kerja setelah lulus,” ujar dia.

Agung menambahkan ke depan sesuai kebijakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahwa satuan pendidikan di provinsi itu akan didominasi SMK 70 persen dan SMA 30 persen.

Dengan demikian, keberadaan SMK di Kepri menjadi rantai pasok kebutuhan tenaga kerja industri di Kepri yang diprediksi akan terus berkembang di masa-masa mendatang.

Pemerintah daerah juga siap memfasilitasi berbagai program pelatihan dan pendampingan lulusan SMK untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi khusus, misalnya pengelasan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *