KEPRI PEMERINTAHAN PENDIDIKAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemko Tanjungpinang akan memanfaatkan gedung SMPN 15 sebagai lokasi sementara program rintisan Sekolah Rakyat (SR) yang ditargetkan mulai beroperasi bulan September 2025.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan, saat ini konsisi SMP 15 sudah kosong usai dimerger atau digabungkan dengan SMP 5.

“Sekarang SMP 15 sedang proses rehab oleh Satker Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk dioperasikan sebagai program rintisan Sekolah Rakyat,” kata Lis, Selasa (12/8/2025).

Lis menyebut penggunaan gedung SMP 15 hanya bersifat sementara, sambil menunggu pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat akan di Jalan Bukit Manuk, Madong, mulai Desember 2025. Pemkot sudah menyiapkan lahan seluas 12 hakter untuk pembangunan sekolah itu, yang akan dilakukan oleh Kementerian PU RI.

Ia menyampaikan penerimaan siswa Sekolah Rakyat telah berlangsung meski sosialisasi baru dimulai awal Agustus 2025. Untuk jenjang SD, kuota dua rombongan belajar dengan total 50 siswa sudah terpenuhi. Jenjang SMP juga memenuhi target 25 siswa.

Sementara SMA masih kurang empat dari kuota 25 siswa. Kekurangan itu terjadi dari hasil verifikasi karena dua calon siswa mengundurkan diri dan dua lainnya tidak memenuhi persyaratan.

“InsyaAllah akan terpenuhi. Ini satu-satunya sekolah negeri berasrama yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu,” ujar Lis.

Lanjutnya menyampaikan sekolah ini menerapkan sistem boarding school dengan biaya sepenuhnya ditanggung negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Berbeda dari sekolah berasrama lainnya yang berada di bawah kementerian tertentu, sekolah ini bersifat umum dan menyediakan fasilitas lengkap mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Seluruh kebutuhan siswa, mulai pendidikan, tempat tinggal, perlengkapan belajar, hingga kesehatan, ditanggung negara,” ujarnya.

Menurut Lis, program ini diharapkan mampu menampung ribuan anak dari rumah tangga miskin di Tanjungpinang. Saat ini tercatat lebih dari 9 ribu anak memerlukan perhatian khusus di bidang pendidikan.

“Saya mengimbau masyarakat yang masuk dalam klasifikasi rumah tangga miskin memanfaatkan program ini, karena akan menjadi jalur pendidikan yang linear dan berkesinambungan dari SD, SMP, hingga SMA,” ucapnya.

Metode pendidikan Sekolah Rakyat akan berbasis akhlak, kewirausahaan, dan digitalisasi. Setiap siswa akan mendapatkan laptop untuk menunjang pembelajaran. Dengan sistem asrama, siswa diharapkan dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya, sehingga mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Harapan kita, program ini melahirkan generasi emas yang berakhlak baik, mandiri, dan siap bersaing,” pungkas Lis. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *