Tanjungpinang, Vnews.click (Advertorial) – Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, menyebutkan, tingkat inflasi di daerah itu masih terkendali pasca hari raya Idul Fitri 2023.
Menurutnya dari total 38 Provinsi di Indonesia saat ini, Kepri berada di peringkat 11 dengan fluktuasi pasca lebaran sebesar 4,03 persen.
“Hal ini patut kita syukuri, hasil kerja sama dari banyak pihak secara intensif dan terkoordinasi dapat menekan fluktuasi inflasi,” ujar Luki, Jumat (5/5/2023).
Luki menambahkan bahwa Pemprov Kepri akan selalu melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait guna memastikan angka inflasi tidak kembali meningkat di daerah, dan akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat guna menstabilkan ekonomi di Kepri.
Menurutnya koordinasi secara menyeluruh akan terus didorong guna memastikan harga pasar di daerah secara real, dan juga sesuai arahan dari pemerintah pusat atas tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah diukur berdasarkan kestabilan inflasi.
“Hal ini akan terus kita dorong bagaimana sosialisasi dan memastikan harga pasar secara langsung,” tutupnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian, menyatakan berdasarkan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per tanggal 2 Mei 2023, fluktuasi month to month jelang Idul Fitri terjadi peningkatan menjadi sebesar 0,33 persen yang terjadi karena perayaan hari besar dan tergolong musiman.
Dengan tingkat inflasi Indonesia saat ini, lebih rendah dari negara maju lainnya.
“Lalu, berdasarkan years to years terjadi penurunan dari 4,97 persen turun menjadi 4,33 persen yang membuat posisi negara Indonesia menduduki peringkat 145 dari 186 negara lainnya. Artinya, situasi Indonesia saat ini sudah cukup baik, dibandingkan banyak negara-negara maju lainnya,” ucap Tito saat memimpin rakor pengendalian inflasi secara virtual belum lama ini. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

