Tanjungpinang (Vnews.click) – Bulog Cabang Kota Tanjungpinang memastikan beras stabilisasi dan pasokan harga pangan (SPHP) yang dijual di pasaran berkualitas baik dan sesuai standar beras medium.
“Beras SPHP secara kualitatif maupun kuantitatif sudah memenuhi standar dan laik konsumsi,” kata Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Senin (24/3/2025).
Arief menjelaskan bahwa beras SPHP merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang disalurkan kepada masyarakat melalui Bulog. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di pasaran.
Beras SPHP diproses dengan cermat dan berasal dari varietas unggul. Saat ini, pengadaan beras SPHP di Tanjungpinang diimpor dari negara Thailand dan Vietnam.
Selain itu, harga beras SPHP juga terjangkau dengan kualitas yang tidak kalah saing dengan beras-beras medium lainnya di pasaran.
“Beras SPHP lebih menekankan pada harga yang murah, bukan dilihat dari varietas A atau B,” ungkapnya.
Arief turut menegaskan beras SPHP di pasaran bukan beras oplosan, sebagaimana ada dugaan temuan salah satu produk beras oplosan beredar di Tanjungpinang baru-baru ini.
“Mengenai kenapa warna beras SPHP tidak seputih beras lainnya, itu karena pengaruh warna gabah aslinya, bukan dicampur kandungan tertentu,” kata dia.
Lanjut Arief menyampaikan serapan beras SPHP Bulog Tanjungpinang cukup tinggi. Selama periode Ramadhan 1446 Hijriah, beras SPHP yang terjual melalui rumah pangan kita (RPK) hingga operasi pasar murah mencapai 300-400 ton.
Sementara stok beras SPHP yang tersisa di gudang Bulog Tanjungpinang masih sekitar 1.100 ton dan mampu bertahan setelah Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Penyaluran beras SPHP sampai 29 Maret 2025, setelah itu dihentikan dulu sesuai instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas), sampai ada instruksi selanjutnya,” pungkas Arief. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

