EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Aries Fhariandi, mengatakan kenaikan harga cabai yang terjadi saat ini dikarenakan gangguan kelancaran distribusi cabai dari daerah penghasil, seperti Pulau Jawa.

Aries menyebut pasokan cabai di Kepri sangat bergantung dengan daerah lain, karena produksi cabai lokal masih minim dan belum mampu memenuhi permintaan masyarakat.

“Produksi cabai di daerah penghasil terutama Pulau Jawa tengah mengalami gagal panen akibat faktor cuaca, longsor, banjir, hingga gangguan hama,” kata Aries, Kamis (9/1/2025).

“Kondisi ini pula yang mempengaruhi pengiriman cabai di Kepri terganggu, sehingga berdampak pada pasokan dan harga cabai di pasaran tidak stabil,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, pihaknya bersama stakeholder terkait terus berupaya melakukan intervensi untuk mengendalikan harga cabai di pasaran.

Aries menyebut Kepri tengah membangun kerja sama antar daerah guna menstabilkan harga cabai di pasaran yang belakangan mengalami lonjakan harga.

Ia mendorong distributor mendatangkan cabai dari daerah-daerah surplus pasokan cabai, seperti Aceh dan Sumatera Utara.

“Termasuk melibatkan BUMD Kepri untuk mengambil alih atau membeli cabai dari daerah surplus, lalu dijual kembali ke daerah kita dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggelar operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga cabai sekaligus daya beli masyarakat.

Sementara, dari pantauan di pasar tradisional Encik Puan Perak Kota Tanjungpinang, harga cabai di awal tahun 2025 terus merangkak naik.

Harga cabai rawit naik sekitar Rp25 ribu per kilogram, yaitu dari Rp60 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.

Kemudian, harga cabai merah keriting juga ikut naik dari Rp32 ribu per kilogram, kini menjadi dari Rp76 ribu per kilogram.

Cabai hijau masih normal, sekitar Rp55 ribu per kilogram. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *