EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Tanjungpinang, Vnews.click – KSOP Kelas II Tanjungpinang, mengusulkan penambahan kapal tujuan Tanjungpinang – Dumai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang jelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas II Tanjungpinang Muhammad Fikri mengatakan selama ini jurusan Tanjungpinang – Dumai hanya dilayani satu kapal dengan kapasitas sekitar 200 orang/penumpang.

“Kami akan usulkan penambahan armada kepada perusahaan pelayaran, atau minimal kapasitas kapalnya jauh lebih besar, kalau memang harus satu kapal,” kata Fikri, Jumat (28/2/2026).

Menurut Fikri usulan tersebut menindak lanjuti keluhan warga terkait armada kapal tujuan Tanjungpinang – Dumai mengangkut penumpang melebihi kapasitas pada saat momentum mudik Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan kapal sekaligus mencari solusi supaya kejadian serupa dialami warga tidak terulang lagi.

“Menjelang peak season Idul Fitri, kita upayakan ada kapal berkapasitas lebih besar melayani rute Dumai – Tanjungpinang,” ujarnya.

Sementara, salah seorang warga Tanjungpinang Umar menceritakan pengalamannya saat pulang mudik Idul Fitri melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang menuju Dumai.

Umar menyebut ia terpaksa berdiri selama berjam-jam atau dari Tanjungpinang ke Dumai akibat tidak mendapat jatah kursi, padahal sudah mengantongi tiket kapal. Beruntung istri dan anaknya masih dapat kursi duduk cadangan.

“Saya berdiri sampai ke Dumai. Penumpang saat itu ramai sekali, sebagian duduk di lantai kapal karena kursi penuh,” ujar Umar.

Ia mengaku kecewa dengan pelayanan kapal angkutan mudik tujuan Tanjungpinang – Dumai yang melebihi kapasitas kursi penumpang. Sementara di sisi lain, Umar dan keluarga tetap ingin pulang mudik ke kampung halaman.

Oleh karena itu, Umar berharap KSOP dan pihak terkait meningkatkan kapasitas kapal yang lebih besar atau menambah armada angkutan mudik tahun 2026 untuk rute Tanjungpinang – Dumai.

“Kalau kapasitas kapal kecil, tapi tetap dipaksakan membawa penumpang lebih besar, tentu berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran,” pungkasnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *