Oleh karena itu, ia mendukung opsi Pemprov Kepri untuk membeli pesawat amfibi tersebut, apalagi sudah ada produksi dalam negeri yang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI), seperti pesawat N219.
“Kalau pemprov mau beli, pasti kita dukung. Pesawat amfibi bisa menjelajahi gugusan ribuan pulau berpenghuni di Kepri,” kata Wahyudin, Senin (19/6/2023).
Wahyu mengatakan akses transportasi udara merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi warga di Kepri, yang selama ini hanya mengandalkan transportasi laut dengan jangka waktu relatif lebih lama. Contohnya dari pusat ibukota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang ke Kabupaten Natuna, memakan waktu hingga puluhan jam menggunakan kapal motor dan penyeberangan.
Sementara dengan pesawat Amfibi, katanya, tujuan Natuna bisa ditempuh lebih kurang dua jam.
Ia optimistis masyarakat antusias apabila pesawat amfibi beroperasi melayani penumpang antarpulau di Kepri.
“Pesawat amfibi jadi solusi konektivitas transportasi yang menghubungkan kebutuhan pariwisata dan sosial ekonomi masyarakat antarpulau di Kepri,” ujar Wahyudin.
Selanjutnya, kata Wahyudin, keberadaan pesawat amfibi berpotensi menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat. Menurutnya pilot pesawat tersebut bisa saja berasal dari putera-puteri asli Kepri.
“Kalau misalnya Pemprov Kepri beli pesawat amfibi dengan PTDI, kita dorong kerja sama pemberian beasiswa sekolah pilot bagi anak-anak daerah,” ucapnya.
Sementara, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan kemungkinan penggunaan pesawat amfibi sebagai sarana transportasi antarpulau di daerah itu dapat diwujudkan pada tahun 2024-2025.
Ia mengaku tertarik membeli pesawat amfibi N219 produksi PTDI yang harga berkisar Rp100 miliar, dengan mempertimbangkan kerja sama sharing anggaran bersama tujuh kabupaten/kota se-Kepri.
“Kalau kabupaten/kota mau patungan anggaran, saya kira kita bisa beli pesawat amfibi untuk memperpendek rentang antara satu pulau ke pulau lainnya,” ujar Ansar.
Lebih lanjut Ansar menyampaikan pihaknya sangat serius dalam hal meningkatkan interkoneksi antarpulau di Kepri dengan menyediakan sarana transportasi udara yang ideal dan harga terjangkau.
Ia pun mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) supaya cita-cita tersebut dapat terealisasi dengan adanya bantuan dana alokasi khusus (DAK) APBN.
“Kami sangat mengapresiasi Bappenas yang telah membuat peta jalan ekonomi untuk Kepri. Konektivitas antarpulau menjadi salah satu prioritas guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir,” demikian Ansar. (Redaksi)