Tanjungpinang (Vnews.click) – Terkait kerusakan plafon gedung DPRD Kepri akibat diterjamg puting beliung, Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Abu Bakar, membeberkan, hasil inspeksi dan identifikasi yang telah dilaksanakan oleh timnya, bahwa kerusakan paling besar yakni pada atap dan plafon yang kemudian merembet ke mekanikal dan elektrikal.
“Tak hanya itu, akibat kebocoran atap yang kondisinya sudah tambal sulam, karpet lantai jadi rusak, instalasi AC sentral juga rusak,” kata Abu Bakar, Rabu (18/1/2023).
Untuk estimasi awal pembiayaan perbaikan gedung DPRD, Abu menyebut sebesar Rp17,6 miliar dengan rincian penggantian atap Rp2,199 miliar, penggantian plafon Rp3,7 miliar, elektrikal dan mekanikal sebesar Rp5 miliar, pengecatan bangunan Rp3,8 miliar dan pekerjaan arsitektur sebesar Rp1,8 miliar.
“Jumlah tersebut masih estimasi awal dan masih kita bahas secara detail, hasilnya akan kami sampaikan kembali kepada Komisi III DPRD Kepri,” jelas Abu.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Martin L Maromon menjelaskan, hasil rapat awal dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Kepri tentang skema pembiayaan perbaikan gedung DPRD ada tiga, yakni dianggarkan di APBD Perubahan 2023, menggunakan perkada dan yang terakhir menggunakan BTT.
“Dari tiga opsi skema pembiayaan ini nanti akan di bahas di rapat Banggar bersama dengan TAPD yang akan dijadwalkan secepatnya,” jelas Martin.
Selain skema pembiayaan, Martin juga menambahkan bahwa aktivitas kantor anggota DPRD seperti rapat paripurna dan rapat-rapat lainnya sementara akan menggunakan Aula Wan Seri Beni Kantor Pemerintah Provinsi Kepri.
Sebelumnya, plafon gedung DPRD Kepri ambruk dihantam angin puting beliung, Rabu (11/1/2023. Kerusakan terjadi pada bagian lobi dan ruangan sidang paripurna. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

