KEPRI PARBUD PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Sosok Engku Putri Raja Hamidah memungkinkan dan layak diusulkan menjadi pahlawan nasional, kata Peneliti Sejarah di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dedi Arman, Selasa (11/11/2025).

Dedi menyebut Engku Puteri Raja Hamidah berpeluang diusulkan menjadi pahlawan nasional, karena dikenal sebagai sosok perempuan yang berani melawan penjajahan Belanda dan Inggris dalam mempertahankan regalia kerajaan, yaitu simbol sah penobatan sultan.

Engku Puteri Raja Hamidah merupakan putri Raja Haji Fisabilillah dari Kerajaan Riau-Lingga (sekarang Provinsi Kepri).

Saat pasukan Belanda menyerbu Pulau Penyengat, mereka mengancam Engku Puteri agar menyerahkan regalia. Namun, ia secara tegas menolak menyerahkan regalia meski ditodong senjata.

“Sosoknya betul-betul berani mempertahankan simbol kerajaan Melayu dari tangan penjajah,” ujarnya.

Dedi menyampaikan dalam agenda-agenda budaya dan sejarah khususnya di Pulau Penyengat, nama Engku Puteri Raja Hamidah kerap diwacanakan untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional, tapi sampai saat ini belum terealisasi.

Menurutnya proses pengajuan pahlawan nasional dari daerah cukup rumit, dimulai dari kajian akademis yang dilakukan Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), baru kemudian dikirim ke pusat guna dibahas oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

Selain itu, dibutuhkan pula anggaran dari daerah untuk melakukan kajian, mencari arsip hingga menggelar forum grup diskusi (FGD) menyangkut usulan pahlawan nasional tersebut.

“Dinas Sosial Kepri yang punya kewenangan itu, dan berkoordinasi dengan TP2GD,” ungkapnya.

Dedi menambahkan penetapan pahlawan nasional berdampak pelestarian sejarah dan budaya lokal, lalu kebangaan daerah, simbol keteladanan serta mendukung wisata sejarah.

Selain itu, perawatan makam pahlawan nasional juga dibiayai pemerintah pusat. Tiap tahun ahli waris dapat santunan Rp50 juta.

Ia mencontohkan makam tiga pahlawan nasional dari Kepri, yaitu Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji, dan Sultan Mahmud Riayat Syah sangat terawat karena dibiayai pusat. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *