Tanjungpinang (Vnews.click) – Muhammad Taqi Askari (19 tahun), seorang mahasiswa asal Kota Tanjungpinang yang dievakuasi akibat eskalasi Iran, akhirnya tiba dari Jakarta di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Rabu (2/7/2025).
Askari tiba di Bandara RHF menggunakan pesawat Batik Air sekitar pukul 15.00 WIB. Ia dijemput langsung kedua orangtuanya, beserta Plt Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi Kepri Sentot Faisal.
Ia merupakan lulusan Pesantren Darul Muttaqien Bogor itu tercatat sebagai mahasiswa Shahid Beheshti University di Provinsi Tehran, Iran.
Dia menjadi satu-satunya anak Tanjungpinang khususnya, dan Kepri pada umumnya yang menuntut ilmu jurusan kimia nuklir di Iran.
“Saya baru lima bulan kuliah di Iran, tapi masih kelas bahasa. Sekitar empat bulan lagi, baru mulai efektif kuliah jurusan kimia nuklir,” kata Aksari kepada wartawan.
Askari bercerita bahwa ia mendapat beasiswa kuliah di Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta usai lulus pesantren. Dia dan keluarga hanya mengeluarkan uang akomodasi keberangkatan menuju negara tersebut.
Pria kelahiran tahun 2006 itu mengaku akan kembali berkuliah di Iran, setelah kondisi perang di negara itu membaik, serta mendapat izin orangtua.
“Kenapa tertarik kuliah di Iran, karena jurusan kimia nuklir di sana sangat bagus, apalagi sejak pesantren saya memang menyukai pelajaran kimia, ujarnya.
Di Iran, Askari tinggal di asrama kampus Shahid Beheshti bersama puluhan mahasiswa dari berbagai negara.
Kendati berada di tengah-tengah perang Iran dan Israel, kondisi Askari dan teman-temannya relatif aman dan tidak terlalu terdampak dari perang tersebut.
“Alhamdulillah, kondisi kami sampai hari ini baik-baik saja, meskipun menyaksikan sendiri bagaimana perang berlangsung di Iran,” ucapnya.
Askari pun berterima kasih kepada KBRI di Iran yang telah mengevakuasi pemulangannya ke Indonesia, bersama 98 WNI/PMI dari Iran, dan 16 WNI/PMI dari Yaman, Kamis (26/6/2025).
Apresiasi pun disampaikan kepada Pemprov Kepri melalui Biro Penghubung di Jakarta, karena telah melakukan pendampingan hingga memfasilitasi pemulangan menuju ke daerah asal, Tanjungpinang.
“Terima kasih kepada pemerintah, sehingga saya bisa pulang ke tanah air dan bertemu keluarga dengan selamat,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

