EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama (PT TMB) terancam ditutup, karena merugi sekitar Rp4 miliar selama periode 2020-2021.

Hal itu dikatakan oleh Wali Kota Tanjungpinang Rahma belum lama ini.

Ia mengatakan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun 2023, dilaporkan BUMD PT TMB pada tahun 2020 rugi sebesar Rp1,8 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp2,3 miliar.

“Itu dari hasil audit keuangan BUMD PT TMB tahun 2020-2021. Belum termasuk tahun 2022,” kata Rahma.

Menurut Rahma kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus, sehingga perlu diambil langkah strategis menyangkut nasib ke depan perusahaan plat merah tersebut.

Ia menyebut selain pertimbangan menutup BUMD PT TMB, ada juga opsi untuk mengganti direksi perusahaan itu menyusul mundurnya Direktur Utama Fahmi dan Direktur Irwandy baru-baru ini.

Kendati demikian, katanya, pergantian direksi juga tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan.

Tentu diperlukan pengganti yang betul-betul paham tata kelola BUMD sekaligus mampu menjalankan model bisnis yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“BUMD itu sejatinya tulang punggung ekonomi daerah. Tapi kalau terus-terusan rugi seperti ini, bagaimana mau dipertahankan,” ucap Rahma yang juga pemegang saham utama BUMD PT TMB.

Rahma juga menyoroti pemasukan BUMD PT TMB hanya sebesar Rp200 juta per tahun, sementara modal operasional yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan itu sekitar Rp300 juta per tahun.

“Itu artinya masih minus Rp100 juta. Untuk menutupi operasional mereka saja tidak bisa,” tegas Rahma. (Mis)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *