KEPRI TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Ada kabar gembira bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pasalnya untuk tahun 2023 kuota kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan ditambah oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Republik Indonesia.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut pada tahun 2022 kuota BBM hanya cukup sampai bulan Oktober, sehingga pihaknya mengajukan tambahan kuota ke BPH Migas untuk tahun 2023.

“Alhamdulillah, usulan kita disetujui. Mudah-mudahan kuota tahun depan cukup untuk setahun,” kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Jumat (25/11/2022).

Ia menyatakan berdasarkan data BPH Migas, tahun depan untuk BBM jenis minyak solar dapat tambahan kuota sebanyak 23.292 kilo liter atau sekitar 15 persen dari yang semula 130.859 kilo liter menjadi 154.151 kilo liter.

Kemudian jenis pertalite dapat tambahan kuota sebanyak 82.805 kilo liter atau sebesar 20 persen dari yang semula 323.940 kilo liter menjadi 406.745 kilo liter.

“Sedangkan jenis minyak tanah lebih sedikit, yaitu hanya 1 persen atau sebanyak 125 kilo liter untuk tiga kabupaten saja meliputi Lingga, Anambas dan Natuna,” ucap Ansar.

Ansar memastikan tahun 2023 pendistribusian BBM di Kepri akan diawasi ketat supaya tepat sasaran dan sesuai kebutuhan konsumen/masyarakat yang memang  berhak menerima.

Pihaknya juga bekerja sama dengan BPH Migas untuk menerapkan peraturan penerbitan surat rekomendasi terhadap pembelian BBM subsidi.

“Misalnya petani atau nelayan mau beli BBM subsidi, harus melalui rekomendasi Pemprov Kepri,” ucap Ansar.

Sementara itu Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim mengatakan secara nasional kuota BBM tahun 2023 mencapai sebanyak 17 juta kilo liter yang kemudian akan disalurkan sesuai kebutuhan di tiap-tiap daerah.

Ia juga menekankan pengawasan penyaluran BBM subsidi di daerah harus terukur sesuai kapasitas dan kebutuhan masyarakat, sehingga jangan sampai disalah gunakan apalagi saat ini disparitas harga BBM cukup tinggi.

“Oleh karena itu, BPH Migas menggandeng Pemprov Kepri mengawasi penyaluran BBM di daerah,” ujarnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *