Vnews.click, Tanjungpinang – Kepala Cabang Perum Bulog Tanjunginang, Arief alhadihaq, memastikan distribusi beras SPHP dan minyak goreng MinyaKita di pasaran berjalan lancar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
“Kita betul-betul jaga suplai beras dan MinyaKita guna memenuhi permintaan masyarakat,” kata Arief, Jumat (4/9/2026).
Ia menyebutkan sampai saat ini total pasokan beras SPHP di gudang Bulog Tanjungpinang mencapai 3.000 ton, atau cukup untuk tiga bulan ke depan. Bahkan pihaknya kembali mendatangkan 1.000 ton beras SPHP dari Jakarta untuk memperkuat stok pangan.
Menurutnya rata-rata kebutuhan beras SPHP di wilayah kerja Bulog Tanjungpinang sebanyak 350 ton per bulan, meliputi Pulau Bintan 200 ton, lalu Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas 150 ton.
“Kita juga akan kirim 1.000 ton untuk Natuna dan 200 ton ke Anambas per September ini. Khusus Lingga sudah dikirim terlebih dulu,” ujar Arief.
Sedangkan untuk stok MinyaKita, lanjut Arief, tersedia 120.000.liter di gudang Bulog Tanjungpinang. Pasokan MinyaKita rutin masuk setiap minggu dari distributor Kota Batam, lalu Jakarta dan Medan dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal.
Ia mengatakan penjualan MinyaKita rata-rata mencapai 200 ribu liter per bulan. Distribusinya melalui mitra rumah pangan kita (RPK), pasar, toko hingga swalayan.
“Sesuai edaran Kementerian Perdagangan, pembelian MinyaKita bagi konsumen dibatasi 12 liter per orang per hari. Kalau beras SPHP dua pack atau 10 kilogram,” ungkapnya.
Kepala Bulog menambahkan sejauh ini harga beras SPHP dan MinyaKita di pasaran masih stabil atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketetapan pemerintah.
Ia memerinci HET beras SPHP Rp65.000 per lima kilogram, namun rata-rata dijual Rp60.000 sampai Rp62.000 di pasaran. Sementara, HET MinyaKita Rp15.700 per liter. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

