Vnews.click, Tanjungpinang – Seorang wanita asal Kota Tanjungpinang, Kepri, mengaku disandera di Kota Myawaddy, Miyanmar.
Pengakuan itu diutarakan melalui video berdurasi 45 detik yang disebar di group telegram.
Dalam narasi video tersebut, korban bernama susi tersebut disekap bersama seorang wanita lainnya bernama Ayu, warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Korban tampak diborgol menggunakan kabel ties, mengalami luka di kaki, dan memohon bantuan pemerintah Indonesia untuk dipulangkan ke tanah air.
Sementara itu, Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi menyampaikan telah menerima informasi, terkait warga Tanjungpinang yang diduga disandera dan diminta tebusan senilai Rp220 juta.
Saat ini, pihak BP3MI Kepri masih menelusuri keberadaan keluarga korban yang katanya berada di Tanjungpinang. “Kita juga akan berkoodinasi dengan dubes di Myanmar,” kata Imam, Senin (20/7/2026).
BP3MI juga akan terus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Myanmar, untuk mencari tahu keberadaan korban.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepri, Doli Boniara menyampaikan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan BP3MI Kepri.
Namun, ia menyampaikan belum bisa memastikan terkait benar atau tidaknya, wanita yang mengaku disandera tersebut merupakan warga Tanjungpinang atau tidak.
“Saat ini masih ditelusuri. Kita juga imbau kepada keluarga di Kepri untuk melapor ke BP3MI atau BP2D Kepri,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

