Bintan (Vnews.click) – Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memetakan potensi Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan
pada Pilkada 2024, untuk mengantisipasi gangguan/hambatan di TPS pada hari pemungutan suara.
Hal tersebut disampaikan Komisioner Bawaslu Kepri, Maryamah, saat sosialisasi di Bintan Agro, Jumat (22/11/2024).
Maryama menyebut setidaknya terdapat 6 indikator TPS rawan yang paling banyak terjadi, 17 indikator yang tidak banyak terjadi, dan 8 indikator yang belum pernah terjadi namun tetap perlu diantisipasi.
“Pemetaan kerawanan tersebut dilakukan terhadap 8 variabel dan 31 indikator, diambil dari sedikitnya 419 kelurahan/desa di 7 Kabupaten/Kota yang melaporkan kerawanan TPS di wilayahnya,” ujarnya.
Adapun variabel dan indikator potensi TPS rawan, yaitu penggunaan hak pilih, keamanan,politik uang, politsasi SARA, logistik, lokasi TPS, serta jaringan listrik dan internet.
Maryamah menyampaikan hasil enam indikator potensi TPS rawan yang paling banyak terjadi, antara lain 543 TPS terdapat pemilih DPT yang sudah tidak memenuhi syarat, 704 TPS yang terdapat Pemilih Tambahan (DPTb), 269 TPS yang terdapat KPPS yang merupakan pemilih di luar domisili TPS tempatnya bertugas, 186 TPS yang terdapat kendala jaringan internet di lokasi TPS, 88 TPS yang terdapat kendala aliran Listrik di lokasi TPS, dan 875 TPS yang terdapat pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

