Tanjungpinang (Vnews.click) – Memasuki awal tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang kembali mencatat kasus demam berdarah dengue atau DBD sebanyak 14 kasus.
“Pendataan kasus DBD dilakukan secara menyeluruh di setiap kelurahan yang ada di Tanjungpinang,” kata Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, Kamis (8/1/2025).
Rustam menyampaikan pada tahun 2025, kasus DBD di Tanjungpinang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, sehingga kondisi ini memicu perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
Dari data yang dihimpun menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 497 kasus DBD yang terjadi di wilayah Tanjungpinang.
Rustam menjelaskan penyebaran kasus DBD terbanyak terjadi pada kelompok usia di atas 15 tahun dengan persentase 48 persen, kemudian kelompok usia 5 hingga 14 tahun tercatat sebesar 42 persen, sementara kelompok balita menyumbang 10 persen kasus.
Dinkes terus berupaya menekan angka penyebaran DBD, dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, juga menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan ini,” pungkas Rustam. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

