EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (Adibapok) Tanjungpinang – Bintan, M. Sadmi Al Qayum, mengatakan pihaknya baru saja mendatangkan 249 ribu liter MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sebanyak 177.000 liter, lalu Kabupaten Karimun sebanyak 72.000 liter.

“Dalam waktu dekat, akan masuk lagi 71.000 liter untuk mengantisipasi kekosongan MinyaKita,” ujar Qayum, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan pasokan MinyaKita memang sempat langka di pasaran karena terkendala proses pengiriman dari luar daerah, namun belakangan sudah berangsur kembali normal.

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Provinsi Kepri menyoroti fenomena langkanya minyak goreng subsidi merk Minyakita, hingga harga jual diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Hal tersebut berdasarkan hasil pantauan LPK Kepri di ritel, hingga warung yang ada di Tanjungpinang dan Bintan selama satu bulan belakangan ini. Dari hasil pantauan, minyak goreng murah tersebut sulit ditemuin di etalase ritel modern, hingga warung kelontong.

Ketua LPK Kepri, Rian Hidayat, menduga terjadinya kecurangan, baik dalam hal penyaluran maupun harga jual minyakita kepada masyarakat. Terlebih, minyakita tersebut kerap masuk melalui Tanjungpinang, namun cepat raib dipasaran.

“Kemungkinan minyak itu dijual kepada pihak yang ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Sementara masyarakat tidak mendapatkan manfaat keberadaan minyak tersebut,” kata Rian.

Ia menegaskan, Dinas terkait seperti Dipsprindag Provinsi maupun kabupaten/kota perlu melakukan pengawasan terkait penyaluran minyakita.

Selain itu, LPK Kepri juga akan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *